Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Rebranding Program KB

Admin Web OPD
Berita
11 Desember 2019 04:31:22

Image Berita


Rebranding Program KB

Oleh: Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengendalian Penduduk

 

Paling lambat akhir tahun ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam pengelolaan program Keluarga Berencana (KB) akan melakukan rebranding atau menggunakan brand baru yang lebih milenial. Selain dalam rangka menghadapi era bonus demografi pada tahun 2020 mendatang, rebranding ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan program BKKBN secara lebih luas kepada para kaum milenial dan zilenial.

Kepala BKKBN, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyatakan bahwa rebranding yang saat ini tengah disiapkan meliputi logo lembaga, tagline, dan jingle yang mendukung program KB yang sekarang telah berkembang menjadi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Langkah yang telah ditempuh adalah menyelenggarakan lomba cipta logo, tagline dan jingle KB yang berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat kecuali pegawai BKKBN dan hasilnya telah diumumkan 30 November 2019 lalu. Harapannya, dengan lomba ini akan diperoleh logo, tagline dan jingle sesuai dengan jiwa kaum milenial dan zilenial.

Mencermati latar belakang dilakukannya rebranding Program KB, setidaknya ada tiga tujuan yang ingin dicapai oleh BKKBN: Pertama, BKKBN ingin tetap relevan dan eksis di masyarakat meskipun zaman telah berkembang dan kehidupannya telah berubah pula. Bila di masa lalu generasi yang dihadapi BKKBN adalah Generasi X (lahir 1965 – 1980) yang toleran, tekun bekerja dan mandiri tetapi belum banyak menguasai teknologi informasi, maka generasi yang dihadapi sekarang ini adalah Generasi Y (lahir 1981 – 1994) dan Generasi Z (lahir 1995 – 2010) yang lebih dikenal sebagai kaum milenial dan zilenial yang sangat akrab dengan gadget/smartphone sebagai saluran interaksi dan aktualisasinya.

Kedua, BKKBN sangat berharap dengan adanya rebranding program KB akan mampu menjadi pemicu dan pemacu upaya penurunan laju pertumbuhan penduduk, menekan pernikahan dini, mengurangi angka stunting, serta kematian ibu dan bayi. Kelima hal tersebut merupakan tantangan berat di era bonus demografi Indonesia yang dipastikan hadir mulai tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035. Hingga saat ini laju pertumbuhan penduduk Indonesia masih berkutat di angka 1,43% per tahun, pernikahan dini 20% dari total perkawinan, anak stunting 23,6% , angka kematian ibu 305 per 1.000 kelahiran hidup serta angka kematian bayi 32 per 1000 kelahiran hidup.

Ketiga, BKKBN tetap berkeinginan Indonesia menjadi pioner dalam program KB dan kesehatan reproduksi di tingkat global, namun dengan mengangkat tema yang berbeda. Yakni nilai-nilai kekeluargaan atau kesolidan yang masih melekat di masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menghadapi dampak negatif hadirnya Revolusi Industri 4.0 yang akan mendegradasi nilai-nilai kemanusiaan termasuk eksistensi keluarga. Sangat boleh jadi, rebranding program KB ini dilakukan juga sebagai upaya awal untuk mewujudkan konsep Society (Masyarakat) 5.0 yang lebih humanis dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi terkini.

Selain ketiga tujuan tersebut, tampaknya BKKBN ingin memperbaharui semangat dan “image” program KB di tengah masyarakat seiring dengan banyaknya kritik dan pertanyaan kepada BKKBN mengapa program KB tidak seperti dulu lagi dan mengapa tidak melakukan pendekatan-pendekatan yang lebih milenial.

Rebranding Program KB yang digaungkan BKKBN tampaknya tidak akan berhenti sampai sebatas perubahan logo Lembaga, tagline dan jingle, tetapi akan merambah ke penamaan program KKBPK yang kurang melekat di hati masyarakat hingga design baju seragam BKKBN. Di tahun 2020, BKKBN juga akan membenahi, menyempurnakan dan merevitalisasi peran-peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Saat ini, BKKBN sedang menyelesaikan rencana strategis program KKBPK RPJMN 2020 – 2024 sebagai panduan dalam pengembangan program di masyarakat hingga 5 tahun ke depan. Dalam RPJMN tersebut, BKKBN akan melakukan perubahan visi yang mendukung visi negara Indonesia Maju. Di dalam RPJMN juga akan ditentukan indeks pembangunan keluarga yang memiliki 18 indikator yang tercakup dalam 3 indikator utama. Dari ketiga indikator itu akan dapat dibuat peta atau potret masing-masing wilayah berdasarkan besaran nilai indeks nya. Jadi nanti akan ada keluarga mendidik, keluarga yang tentram dan keluarga yang sejahtera. Dari 3 indikator itu pual akan terlihat daerah mana saja yang kuat kemandiriannya, ketentramannya, kedamaiannya dan kesejahteraannya.

Source: Bidang Pengendalian Penduduk

WhatsApp Chat