(Jumat, 20/8/2021), Di Balai Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pengasih diadakan peluncuran Program Dashat yang merupakan akronim dari Dapur Sehat Atasi Stunting. Kalurahan Sendangsari ditunjuk karena merupakan salah satu kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kabupaten Kulon Progo. Tampak hadir dalam kegiatan ini diantaranya; Kepala Perwakilan BKKBN DI. Yogyakarta, Kepala Dinas PMD Dalduk dan KB, Kepala Dinas Perikanan, Lurah Sendangsari, Ketua Kampung KB Kroco Sendangsari, serta Penyuluh KB Kapanewon Pengasih.
Program Dashat merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh BKKBN sebagai salah satu bentuk upaya penurunan stunting. Terdapat tiga kegiatan yang dirancang dalam Program Dashat, yakni: pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal berupa pembagian makanan gratis untuk kelompok sasaran (ibu hamil, ibu menyusui, dan anak baduta), pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang diperuntukan bagi pemenuhan gizi kelompok sasaran dan masyarakat umum dengan metode penjualan, pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dengan metode penjualan dan penguatan KIE tentang makanan sehat.

Peluncuran Program Dashat dilaksanakan secara serentak melalui aplikasi zoom meeting di 10 provinsi yakni Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat. Program ini akan dilaksanakan di wilayah Kampung Keluarga Berkualitas (KB). Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.30 WIB. Dalam peluncuran Program Dashat beberapa agenda yang dilaksanakan antara lain, pemberian pengantar dan penjelasan seputar program dashat, deklarasi dukungan mengentaskan stunting di tingkat desa atau kelurahan yang dipimpin oleh kepala desa atau lurah, penyerahan Dashat Kit (berupa peralatan dapur, modal, bahan masakan, dan buku menu) secara simbolis, sambutan Dr (HC) Hasto Wardoyo, Sp.OG (Kepala BKKBN) dan pernyataan launching dapur sehat, serta dialog interaktif Kepala BKKBN dengan kader Pengelola Dashat.
Dalam sambutannya, Dr Hasto menyampaikan, “stunting itu penting untuk diatasi karena angkanya di Indonesia masih sangat tinggi. Melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2021 yang baru saja ditetapkan, BKKBN ditunjuk sebagai ketua tim pelaksana percepatan stunting, dan ditegaskan oleh presiden dalam pidato tanggal 16 Agustus bahwa penurunan stunting harus dilakukan melalui perluasan cakupan seluruh kabupaten kota dan harus melibatkan, integrasi lintas institusi.” (fa)