Banjaroya Deklarasikan Stop Perkawinan Anak

Bertempat di Embung Krapyak, Pemerintah Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang bekerjasana dengan ugus Tugas Layak Anak, Forum Anak Desa Banjaroya dan Paguyuban Guyup Remen, mendeklarasikan Stop Perkawinan Anak yang dihadiri oleh Lintas Sektor, LSM, dan masyarakat setempat, Minggu, 19 Januari 2020.

Deklarasi Stop Perkawinan Anak sendiri diikuti Anggota Fraksi Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kulon Progo H. Sarkowi, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo Drs. Mardiya, DPD FBN RI Kabupaten Kulon Progo, Gugus Tugas Desa Layak Anak (GT DLA), Paguyuban Perempuan Menoreh (Guyub Remen), Forum Anak Desa Banjaroya serta Perwakilan Kantor Kemenag Kulon Progo.

Sebelum penandatanganan, para peserta terlebih dahulu membacakan isi deklarasi yaitu: Kami sepakat bahwa perkawinan pada usia anak merupakan bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap anak serta pelanggaran terhadap anak. Kami sepakat, perkawinan pada usia anak menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak dan akan menyebabkan tidak terpenuhinya hak dasar anak, Kami sepakat, perkawinan pada udsia anak dapat menyebabkan gangguan kesehatan ibu dan anak, terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan serta rendahnya kualitas sumberdaya manusia karena gizi buruk dan stunting. Untuk itu kami sepakat tidak menikahkan anak dan menolak perkawinan pada usia anak.

Lurah Banjaroya, Anton Supriyono, menegaskan, Deklarasi Stop Perkawinan Anak dilatarbelakangi atas keprihatinan terhadap banyaknya kasus perkawinan usia dini di Kalurahan Banjaroya. Bahkan berdasarkan keterangan dari insitusi terkait, pernikahan dini di Banjaroya dari tahun ke tahun trennya terus meningkat. Menurut beliau, hal ini harus segera dicegah. Selain dengan deklarasi, pihak pemerintah Kalurahan telah menyiapkan draf raperdes tentang Pencegahan Perkawinan Anak.