Pengisian BPD Serentak Memasuki Tahapan Penetapan Hasil

Setelah diselenggarakannya pengisian keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) secara serentak pada tanggal 21 dan 22 Desember 2019 yang lalu, maka proses yang dilakukan selanjutnya adalah tahapan penetapan. Panitia Pengisian BPD Tingkat Desa menyampaikan Berita Acara Hasil Pengisian Keanggotaan BPD kepada Kepala Desa, dan selanjutnya Kepala Desa melalui Camat/Panewu menyampaikan hasil pengisian keanggotaan BPD kepada Bupati untuk diresmikan dengan Keputusan Bupati. Keputusan Bupati tersebut mulai berlaku sejak tanggal pengucapan sumpah dan janji anggota BPD yang dipandu oleh Bupati atau pejabat yang ditunjuk.

Dari 87 desa yang menyelenggarakan pengisian keanggotaa BPD secara serentak, untuk pengisian keanggotaan BPD dari unsur keterwakilan perempuan terdapat 48 desa yang menggunakan mekanisme pemilihan langsung dan 39 desa lainnya menggunakan mekanisme musyawarah perwakilan. Sedangkan untuk pengisian keanggotaan BPD dari unsur keterwakilan wilayah terdapat 5 desa yang menggunakan mekanisme pemilihan langsung dan 82 desa lainnya menggunakan mekanisme musyawarah perwakilan.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melakukan monitoring secara sampling pada hari pelaksanaan pengisian keanggotaan BPD, dengan dipimpin langsung Kepala Dinas. Pemantauan terutama dilakukan di desa-desa yang menggelar pengisian keanggotaan BPD yang menggunakan mekanisme pemilihan langsung, antara lain Desa Banjaroyo, Kebonharjo, Brosot, Tirtorahayu, Hargowilis dan Hargotirto. Antusiasme warga masyarakat cukup tinggi, meskipun tingkat partisipasi pemilih tidak setinggi Pemilihan Kepala Desa.

Secara umum pelaksanaan pengisian keanggotaan BPD yang baru pertama kali dilakukan secara serentak ini berjalan dengan tertib dan lancar. Anggota BPD yang terpilih diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa yang kuat, kritis dalam koridor kewenangannya serta aspiratif. ( Rsd)