Senam Kuhias Kenanganku Dikembangkan Di Kampung KB Ngramang

Senam Kuhias Kenanganku yang digagas oleh Pak Ndut/Drs. Mardiya yang juga Ka Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo, dikembangkan di Kampung KB Pedukuhan Ngramang,  Desa Sendangsari, Kabupaten Kulon Progo. Sebelumnya, Senam Kuhias Kenanganku dikembangkan di Desa Salamrejo dan ditampilkan dalam puncak acara Harganas XXV Tahun 2018 Kabupaten Kulon Progo yang diselenggarakan di Lapangan Desa Salamrejo dan diikuti tidak kurang dari 2.000 peserta Gerak Jalan Keluarga, Kamis, 19 Juli 2018.

Dalam rangka pengembangan Senam Kuhias Kenanganku, Kampung KB Pedukuhan Ngramang yang dipimpin oleh Bapak Tarno yang juga Dukuh Ngramang telah menyiapkan 35 personil anggota Kampung KB mulai remaja, dewasa hingga lansia untuk berlatih senam di bawah bimbingan Instruktur Senam Tiwi Supriyati. Latihan  telah dilakukan pada hari Sabtu (13/7/2019) dan disaksikan oleh Ka Bidang Pengendalian Penduduk Drs. Mardiya, Kades Kedungsari Sabingin, Koordinator PKB Kecamatan Pengasih, Ir sudarmi serta Tokoh Masyarakat Palupi Basuki, SPd, MM. Latihan senam sendiri dipusatkan di halaman Sekretariat Kampung KB Pedukuhan Ngramang Jalan Jogja Wates (sebelah timur Pom Bensin Ngramang). Latihan ini akan dilakukan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 16.00 - 17.00 WIB.

Menurut rencana, Kelompok Senam Kuhias Kenanganku Kampung KB Ngramang akan tampil perdana pada puncak acara Harganas XXVI Tahun 2019 Tingkat DIY yang akan dipusatkan di Taman Budaya Kulon Progo, Kamis (1/8/2019). Dalam acara tersebut akan hadir Ka BKKBN Pusat dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Ketua TP PKK DIY GKR Hemas, Bupti Walikota se DIY, Ketua DPRD, kepala OPD, Camat, perangkat Desa dan masyarakat umum kurang lebih sebanyak 1.000 orang.

Ke depan, Senam Kuhias Kenanganku akan dikembangkan ke seluruh Kampung KB di Kulon Progo yang saat ini berjumlah 23 kelompok yang terdiri dari 1 kampung KB bentukan tahun 2016 (Kampung KB Tegiri 2), 11 Kampung KB bentukan tahun 2017 (Kampung KB Trukan, Kulur, Temon, Kampung KB Kadipaten, Triharjo, Wates, Kampung KB Bugel VI, Bugel, Panjatan, Kampung KB Klothakan VI, Kranggan, Galur, Kampung KB Wonogiri, Jatirejo, Lendah, Kampung KB Kemiri, Kaliagung, Sentolo, Kampung KB Ngramang, Kedungsari, Pengasih, Kampung KB Wonosari, Purwosari, Girimulyo, Kampung KB Wiyu, Kembang Nanggulan, Kampung KB Pantogwetan, Banjaroya, Kalibawang, dan Kampung KB Tlogo, Gerbosari, Samigaluh) serta 11 Kampung  KB bentukan tahun 2018 yang 10 di antaranya merupakan Kampung KB Desa Stunting (Kampung KB Giripurwo, Kampung KB Kebonharjo, Kampung KB Pagerharjo, Kampung KBNgargosari, Kampung KB Sdoharjo, Kampung KB Donomulyo, Kampung KB Sendangsari, Kampung KB Karangsari, Kampung KB Tuksono, Kampung KB Nomporejo, Kampung KB Hargorejo dan Kampung KB Giripurwo).

Menurut Ka Bidang Pengendalian Penduduk Drs. Mardiya, Kuhias Kenanganku sendiri merupakan akronim dari  Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Kuhias Kenanganku mencakup 10 butir perilaku yang mendukung program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yakni: 1) Remaja mendewasakan usia perkawinannya minimal 21 tahun bgi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki, 2) Pasangan Usia Subur (PUS) memiliki 2 Anak Cukup, 3) PUS mengatur jarak kelahiran minimal 3-4 tahun, 4) PUS menggunakan alat kontrasepi modern diprioritaskan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang berupa IUD, Implant, MOP, MOW, 5) Keluarga salah satu anggotanya memiliki usaha/bekerja dan atau menjadi anggota kelompok UPPKS, 6) Keluarga memiliki balita ikut Bina Keluarga Balita, 7) Keluarga memiliki remaja ikut Bina Keluarga Remaja, 8) Keluarga memiliki lansia ikut Bina Keluarga Lansia, 9) Keluarga mengoptimalkan pelaksanaan 8 fungsi keluarga dan 8) Keluarga tertib administrasi kependudukan.