Sukseskan Gerakan 1821

Artikel:

Sukseskan Gerakan 1821

Oleh: Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengendalian Penduduk

Ada yang berbeda dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI Tahun 2019 ini. Harganas yang mengangkat tema: Hari Keluarga, Hari Kita Semua dan Tag Line: Cinta Keluarga, Cinta Terencana, menelorkan gagasan Gerakan 1821. Gerakan ini untuk menggugah kepedulian keluarga dari dampak buruk penggunaan Gadget/Handphone yang dapat menganggu tumbuh kembang anak-anak kita.
Sekarang ini, pengaruh gadget/HP bagi anak sudah sangat luar biasa. Alat komunikasi dan informasi tersebut bukan hanya menyita perhatian anak-anak kita, tetapi telah menghabiskan waktu anak yang seharusnya untuk belajar, bermain, berolahraga dan membantu orangtua. Mereka menghabiskan hari-harinya di depan pesawat televisi, komputer atau HP dan rela tidak tidur, makan atau mandi demi menuruti keinginannya menonton acara televisi, menjelajahi dunia maya atau bermain game dengan smartphone.
Hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus karena jelas selain akan mengurangi semangat belajar sehingga prestasinya menurun, kondisi kesehatan, perkembangan mental dan fisiknya pun akan terganggu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa anak yang keranjingan gadget/HP akan gagal di sekolah, kesehatannya terganggu, perkembangan fisik tidak optimal karena kurang istirahat dan kurang olah raga, serta memiliki sejumlah problem mental seperti egois, mudah marah, gampang putus asa, takut menghadapi realita dan lain-lain.
Oleh karena itu, dengan adanya Gerakan 1821 yang ditujukan pada seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 26 Tahun 2019 pada tanggal 29 Juni, kita wajib menyuksesannya.
Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget/HP hanya 3 jam setiap harinya. Yaitu mulai pukul 18.00 s/d 21.00 WIB. Pada saat itu, kita sebagai orangtua wajib hukumnya menyimpan dahulu HP nya, mematikan televisi, tablet maupun laptopnya. Kita temani anak-anak kita yang sesungguhnya sangat membutuhkan perhatian orangtua. Dalam waktu yang hanya 3 jam saja, kita wajib bersama anak-anak dengan sepenuh hati, dengan sepenuh jiwa dan raga.
Yang dilakukan selama waktu yang pendek tersebut adalah 3 B, Bermain, Belajar dan Berdoa. Bermain apa saja. Bisa mainan tradisional, bermain petak umpet, atau tebak-tebakan. Bisa juga dengan menemani mereka belajar. Belajar berdoa, belajar agama atau apa saja yang positif. Bisa mengerjakan PR, belajar ilmu baru, berbagi pengalaman, pengetahuan dan lainnya. Juga bias diisi dengan banyak ngobrol. Bicara, bicara dan bicara. Ajak anak-anak kita bicara. Topiknya bias apa saja. Tetapi lebih utama bicara tentang mereka, pengalaman mereka atau keinginan mereka.
Gerakan 1821 harus kita sukseskan demi masa depan anak-anak kita, juga demi harmonisasi hubungan seluruh anggota keluarga kita yang saat ini jarang berkumpul karena kesibukan masing-masing. Agar tak membosankan, kita sebagai orangtua tentu perlu mengemas waktu 3 jam bersama anak-anak itu sebaik mungkin, dibuat se enjoy mungkin. Bila perlu dikombinasikan dengan kegiatan yang disukai anak-anak, sehingga waktu yang tiga jam itu membuat anak-anak kita merasa nyaman dan benar-benar merasakan kasih sayang kedua orangtuanya. Dengan demikian, meraka akan selalu rindu dengan hadirnya waktu 3 jam itu untuk bermain, belajar dan berdoa bersama kedua orangtuanya.