Satu-satunya di Indonesia, Drs. Mardiya Raih Penghargaan CKK

Dihadapan ribuan undangan yang hadir di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Drs. Mardiya, Ka Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, menerima penghargaan Cipta Karya Kencana (CKK) dari Ka BKKBN Pusat atas jasanya menciptakan Lagu Bertema Keluarga Jumat, 5 Juli 2019 malam. Penerima CKK di tahun 2019 ini hanya ada 1 orang, sementara sebelumnya (tahun 2018 ada 2 orang, yakni Dr. Lutfi  Agus Salim, SKM, MSi Staf Pengajar Biostatistika dan Kependudukan Universitas Airlangga dan Ka OPD KB Madiun

Penerimaan penghargaan CKK untuk Drs. Mardiya, bersamaan waktunya dengan pemberian penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) bagi Gubernur, Bupati/Walikota, dan Ketua TP PKK, Wira Karya Kencana  (WKK) bagi perseorangan dan Dharma Karya Kencana (DKK) bagi pimpinan lembaga yang berjasa dalam bidang KKBPK. Sementara pemberian tanda kehormatan Satyalencana Pembangunan (SP) dan Satyalencana Wira Karya (SWK) dalam Bidang KKBPK diberikan pada saat Puncak Acara Harganas, 6 Juli 2019 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan di mana salah satu penerimanya adalah dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) yang sekarang ini telah menjadi Ka BKKBN.

Bagi Drs. Mardiya, penerimaan penghargaan CKK merupakan hal yang sangat istimewa, karena penerimanya hanya dirinya seorang. Sementara untuk SP penerimanya 18 orang, SWK 4 orang,  MKK 44 orang, WKK 13 orang, DKK 7 orang. Dengan demikian, dirinya adalah satu-satunya penerima CKK di Indonesia pada tahun 2019 ini. Hal ini membuktikan bahwa untuk mendapatkan CKK syaratnya memang tidak mudah. Selain karyanya harus diakui oleh lembaga yang berwenang, yang bersangkutan juga pernah mendapatkan penghargaan lain di tingkat nasional, bila PUS Ikut KB, Anak hanya 2 orang dan waktu menikah sudah melewati batas minimal usia ideal menikah yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.