Anggit Sulistyaningsih, Penyanyi Muda Pendukung KB

Anggit Sulistyaningsih, penyanyi muda berbakat Kulon Progo yang biasa membawakan lagu-lagu campursari dan dangdut, merupakan salah satu penyanyi yang mendukung penuh program KB di Kulon Progo. Penyanyi asli kelahiran Kulon Progo 5 Juli 1992 lalu yang saat ini tinggal di Pedukuhan Kembang, Margosari, Pengasih tersebut mencoba menerapkan anjuran BKKBN. Setidaknya ia ingin menikah di usia dewasa baik fisik, mental maupun ekonomi. Ia masih ingat betul akan pesan lagu yang dibawakannya tahun 2012 lalu, yakni lagu yang berjudul Rabine Diundur Wae. Dalam lagu tersebut dipesankan seorang wanita idealnya menikah di usia minimal 20 tahun dan yang laki-laki 25 tahun. Lagu tersebut ciptaan Budi Jolong yang dibiayai oleh BPMPDPKB Kabupaten Kulon Progo bekerjasama dengan BPPM DIY.

Menurut Anggit, saat ditemui di rumahnya, Minggu (27/9) menjadi remaja harus benar-benar mempersiapkan masa depannya dan tidak boleh lengah sehingga terjebak pada pergaulan bebas. Kalau ini terjadi maka yang akan rugi sekaligus banyak menanggung malu adalah pihak wanita. Sudah banyak kasus yang terjadi, menikah di usia muda banyak sekali resikonya.Selain belum siap secara ekonomi, kedewasaannyapun sama-sama masih sangat kurang sehingga banyak terjadi KDRT.

Penyanyi yang belakangan terlibat duet dengan Pak Ndut (Drs. Mardiya) pada lagu Donyane Wis Kebak dan dengan Sunaryo, S.Pd pada lagu Ayo Dho Usaha ini sangat prihatin terhadap kasus pernikahan dini di Kulon Progo yang saat ini menurut informasi yang diterimanya ada sebanyak 49 kasus. Menurutnya, ini tidak boleh dibiarkan terjadi karena efeknya jelek untuk generasi mendatang.  Salah satu caranya ya harus banyak dilakukan penyadaran pada remaja bahwa menikah di usia muda banyak resikonya dan sangat sulit untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.