Pak Ndut (Drs. Mardiya) Suarakan Program Pembangunan Lewat Lagu

Pak Ndut (Drs. Mardiya), Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPMD Dalduk dan KB) Kabupaten Kulon Progo, bertekad akan terus suarakan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui lagu. Setelah lagu Kuhias Kenanganku dan Gotong Royong yang tahun 2018 ini dijadikan lagu pilihan dalam Lomba Paduan Suara antar Kecamatan se kabupaten Kulon Progo, juga telah dibuat lagu Kampung KB dan Aja Lali KB yang dalam pembuatannya berkolaborasi dengan mantan Sestama dan Plt Ka BKKBN Pusat Dr. Sudibyo Alimoesa, MA. Belakangan juga telah dibuat lagu Tomira dan Airku yang pada hari Jumat, 13 Juli 2018 telah memasuki tahap rekaman di Reds Studio Yogyakarta dengan artis lokal Rindy Antika,  Maya Avida (Avida Fatmawati), Bayu dan Timbul.

Tahun depan telah disiapkan lagu Kulon Progo Bangkit, Ayo Melu KB dan Senam Kuhias Kenanganku yang menggambarkan inti garapan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dalam bentuk musik. Harapannya, lagu dan musik senam tersebut dapat dilaunching dalam puncak Harganas XXVI Tahun 2019 Tingkat DIY di Kulon Progo. Lagu-lagu tersebut lirik dan notasinya dalam tahap penyelesaian. Penggarapan musik/aransemennya akan digarap oleh Budi Jolong mulai pada bulan Desember 2018 mendatang.

Sebelumnya, Pak Ndut (Drs. Mardiya) juga telah membuat lagu yang menyuarakan program pemerintah seperti Ngopo Tuku, Madhep Mantep Panganane Dhewe, Generasi Berencana, KB Pancen Nyoto, Wis Tekan Jamane, Ayo Dho Usaha, Donyane Wis Kebak, Plesiran Neng Kulon Progo, Ayo Ronda, Aja Lena, Ayo Kerja, dan Tirta Marga Saras, yang saat ini semuanya telah dapat dinikmati di Youtube oleh masyarakat umum.

Soal pembiayaan untuk pembuatan lagu yang menghabiskan dana puluhan juta, selain dukungan dari sponsor atau donatur, juga berasal dari kantong pribadi. Beruntung belakangan ada beberapa pihak yang bersedia memfasilitasi pembuatan lagu tertentu dengan pesan sesuai dengan visi dan misi organisasinya. Sepanjang itu selaras dengan konsep pembangunan daerah dan obsesi yang dibangunnya, menurut Pak Ndut, mengapa tidak.

Agar musik lagunya tak membosankan, bersama Budi Jolong, selain menggunakan aneka ragam genre musik, mulai dari campur sari, keroncong, dangdut, pop, hingga reggae dan hip hop. Kadang-kadang dipadukan dengan musik Sunda, Semarangan, atau Banyuwangi. Tidak menutup kemungkinan ke depan menggunakan musik klasik, country, funk, jazz, metal, rock dan R&B.