Remaja Kokap Dukung Pengendalian Penduduk

Puluhan remaja Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo berkomitmen untuk ikut membantu upaya pengendalian penduduk melalui upaya pendewasaan usia perkawinan. Wujud dari komitmen ini telah dibuktikan dengan zero (nol) kasus pernikahan dini di Kecamatan Kokap pada tahun 2017, sementara tahun sebelumnya masih ada 5 kasus di mana perempuan menikah kurang dari 16 tahun dan laki-laki kurang dari  19 tahun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ka Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo pada saat memberikan materi penyuluhan tentang Dampak Kependudukan terhadap Pembangunan pada 30 an remaja di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Kokap. Pertemuan penyuluhan ini selain membahas masalah upaya pengendalian penduduk melalui penggunaan alat kontrasepsi, juga membahas upaya pengendalian penduduk melalui upaya pendewasaan usia perkawinan. Sementara materi tentang dampak permasalahan kependudukan telah diberikan terlebih dahulu pada awal pertemuan.

Menurut Mardiya, komitmen remaja Kokap ini patut diapresiasi di tengah maraknya kasus pernikahan dini di Kulon Progo. Di tahun 2017 telah terjadi peningkatan kasus pernikahan dini, yakni 46 kasus dari sebelumnya yang hanya 41 kasus. Kasus tertinggi ada di Kecamatan Sentolo yang mencapai 10 kasus, disusul Kecamatan Lendah 8 kasus dan Wates serta pengasih masing-masing 5 kasus. Sedangkan kecamatan yang kasus pernikahan dininya rendah antara lain Girimulyo dan Kalibawang masing-masing 1 kasus dan Kokap 0 kasus.