Rapat Tertutup Bodronoyo dengan Pemerintah Kabupaten

Kulon Progo,  Rabu  13 September 2017 bertempat di Ruang Rapat Bupati diadakan  mediasi antara Bodronoyo atau paguyuban kepala  desa seKabupaten Kulon Progo dengan  pemerintah Kabupaten Kulon  Progo. Dalam hal ini ada beberapa  satuan perangkat daerah atau  SKPD yang  ikut serta diantaranya adalah Badan Perencanaan Daerah, Badan Keuangan dan Aset Daerah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa  dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana selaku instansi terkait. dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) selaku Bupati Kulon Progo didampinig Wakil Bupati dan Asisten Daerah 1 juga hadir.

Adapun maksud dan tujuan dari Rapat tertutup tersebut ada 5 point utama yang disampaikan oleh R. Sigit Susetya,S.E selaku ketua dari dari Bodornoyo dan Kepala Desa Tawangsari melalui tata naskah dinas.

·         Adanya kenaikan Siltap atau penghasilan dari perangkat atau minimal sesuai dengan layak hidup.

·         Adanya tunjangan kinerja bagi perangkat desa, dengan konsekuensi atau penetapan berdasarkan kehadiran, penyerapan dana yang dikelola, dan ketepatan penyampaian laporan  desa kepada pemerintah.

·         Adanya jaminan keselamatan, kesehatan, kematian kerja (asuransi tenaga kerja).

·         Adanya pengkajian ulang dan peningkatan terhadap Penghargaan Purnas tugas.

·         Adanya pengkajian ulang terhadap Pilkades serentak yang akan diadakan pada tahun 2021 diajukan pada tahun 2020.

Selain 5 point yang disampaikan tersebut, pihak Bodronoyo juga menyampaikan usulan secara lisan kepada Pemerintah Provinsi  yang melalui Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tentang peninjauan kembali Peraturan Gubernur Nomer 34 Tahun 2017 tentang  Pemanfaatan Tanah Desa.

            Bupati Kulon Progo mengapresiasi atas usulan tersebut dan akan menindak lanjuti sesuai prosedural. Pada prinsipnya asal kebijakan tersebut memberikan banyak manfaat positif dan tidak merugikan baik orang laen ataupun negara ia mensetujuinya, hanya saja semua harus sesuai prosedural dan pengkajian secara matang. FAQIH