SMPN 1 Galur Resmikan Pojok Kependudukan

SMPN 1 Galur Kulon Progo, secara resmi sejak Kamis, 14 September 2017 memiliki Pojok Kependudukan yang pertama di DIY. Hal ini terjadi setelah  Ka Perrwakilan BKKBN DIY Drs Bambang Marsudi MM, meresmikan keberadaan Pojok Kependudukan tersebut, Kamis, 14 September 2017, yang disaksikan oleh Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan Drs. Miswar Aminuddin, MM, Ka Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN DIY Dra. Joehananti Chriswandari, Ka Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo, Drs Mardiya,  Ka SMPN 1 Galur, Drs Edy Suwarno, MM dan sejumlah guru dan siswa SMPN 1 Galur.

Menurut Ka SMP Negeri 1 Galur, Drs Edy Suwarno, MPd dengan adanya Pojok Kependudukan ini, siswa dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang kondisi Kependudukan dan permasalahannya di Indonesia serta memiliki kesadaran dan pemahaman apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahannya sesuai dengan kapasitas dan porsinya. Oleh karena itu, Pojok Kependudukan ini akan menjadi media yang efektif untuk saling bersilaturahmi, berbagi dan berdiskusi tentang banyak hal yang berkaitan dengan kependudukan dan segala pernik-perniknya di Indonesia. Hasil diskusi inilah yang nantinya akan mematangkan siswa dalam menyikapi persoalan penduduk serta mendorong untuk berbuat sesuatu untuk mengatasi persoalan penduduk.

Ka Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo, Drs Mardiya, menyataan gembira dengan diresmikannya Pojok Kependudukan di SMP N 1 Galur, karena ini akan menjadi awalan yang baik bagi Kulon Progo untuk mengatasi permasalahan kependudukan baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara kuantitas berupa peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan tingginya Total Fertility Rate (TFR) dan secara kualitas berupa rendahnya lama menempuh pendidikan, rendahnya angka harapan hidup dan rendahnya pendapatan per kapita. Harapannya, pemahaman siswa yang meningkat terhadap permasalahan kependudukan akan meningkatkan motivasi belajar, tidak tergesa-gesa menikah dan berupa menciptakan lapangan kerja sendiri atau berwirausaha sehingga ke depannya tidak menambah pengangguran.