Pendidikan Kependudukan Perlu Diajarkan Sejak Dini

Pendidikan Kependudukan baik yang dipadukan dengan Pendidikan Lingkungan Hidp maupun yang tidak, perlu diajarkan pada anak sejak usia dini. Artinya,  berbagai persoalan kependudukan di Indonesia terutama yang terkait dengan jumlah penduduk yang besar, pertumbuhannya yang tinggi dan kualitasnya yang masih rendah perlu dipahamkan pada anak mulai SD, SLTP hingga SLTA. Mereka perlu memahami bahwa jumlah penduduk yang besar apalagi dengan laju pertumbuhannya yang tinggi akan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Juga kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan dan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan gedung-gedung perkantoran dan lain-lain.

Menurut Ka Sub Bidang Advokasi Konseling dan Pembinaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDPKB Kabupaten Kulon Progo, Drs. Mardiya, jumlah penduduk yang besar yakni 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan yang tinggi di Indonesia yang mencapai 1,49% berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 telah meningkatkan pula kebutuhan energi, makanan  dan air. Ini berarti akan terjadi pengurasan terhadap sumber daya alam. Apalagi kualitas penduduk yang rendah akan cenderung mengelola sumber daya alam ini secara konvensional tanpa penerapan teknologi yang dapat melipatgandakan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya.

Pendidikan kependudukan yang ajarkan pada siswa di sekolah akan memupuk kesadaran mereka terhadap persoalan kependudukan yang terjadi di negara kita sekaligus implikasinya terhadap kehidupan sehari-hari. Bukan hanya terkait dengan jumlah dan laju pertumbuhannya, tetapi juga proporsi, distribusi dan mobilitasnya. Kesadaran akan persoalan kependudukan ini akan menumbuhkan sikap tanggung jawab dan perilaku adaptif siswa terhadap masalah-masalah yang berkenaan dengan kependudukan, sehingga kelak jika siswa telah dewasa akan dapat mengambil sikap yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Misalnya mendewasakan usia perkawinannya, membangun keluarga kecil dengan dua anak cukup, berusaha menciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri maupun orang lain dan sebagainya.