Hari AIDS, Momentum untuk Mawas Diri

Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember, hendaknya dijadikan momentum bagi kita semua sebagai anggota keluarga untuk mawas diri. Hal ini mengingat di level nasional kasus HIV dan AIDS secara komulatif jumlahnya terus meningkat. Bila di tahun 2014 lalu kasus HIV baru 160.138 dan kasus AIDS 72.104, maka di tahun 2015 meningkat menjadi 191.073 kasus HIV dan 79.289 kasus AIDS. Di tahun 2016 hingga Semester II (Juni 2016) sesuai dengan laporan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, jumlah kasus HIV mencapai 208.920 dan jumlah kasus AIDS mencapai 82.556.

Demikian dikatakan oleh Ka Sub Bidang Advokasi Konseling dan Pembinaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDPKB Kabupaten Kulon Progo, Drs. Mardiya, dalam press releasenya, Kamis, 1 Desember 2016. Ditambahkan oleh Mardiya, di Kabupaten Kulon Progo pun kasusnya juga meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan Laporan dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah, bila di tahun 2014 kasus HIV baru 55 kasus dan AIDS 15 kasus, maka di tahun 2015 meningkat menjadi 74 kasus HIV dan 20 kasus AIDS. Sementara di tahun 2016 ini hingga akhir Semester III kasus HIV mencapai 83 kasus dan kasus AIDS mencapai 24 kasus.

Terkait dengan hal tersebut, menurut Mardiya, saatnya kita semua harus mawas diri. Artinya kita harus semakin sadar akan bahaya wabah AIDS ini di masa yang akan datang. Kita harus mencermati, mengapa kasus ini terus meningkat, dengan melihat faktor-faktor penyebabnya sekaligus mengenali kumpulan gejala penyakit ini (AIDS) dan media penularan virusnya (HIV).

Dengan melihat faktor penyebabnya bahwa salah satunya disebabkan oleh perilaku seksual beresiko akibat pergaulan bebas, maka kita harus menghindari hal tersebut dengan cara bergaul secara sehat terutama bagi remaja yang saat ini sering kebablasan. Para remaja harus menghindari hubungan seks yang belum waktunya dan menjauhkan diri dari segala perilaku negatif yang mengarah pada penyalahgunaan Napza, karena penyebaran  HIV yang menyerang sistem kekebalan dalam tubuh kita sebagai penyebab AIDS dapat melalui media cairan mani, cairan vagina maupun cairan darah. Pengguna Napza dapat tertular HIV karena menggunakan jarum suntik yang tidak steril secara bersama-sama. Jika salah satu terkena maka yang lainpun akan tertular melalui media darah.

Terkait dengan hal tersebut, seluruh anggota keluarga terutama ayah dan ibu, harus terus memantau pergaulan anaknya guna menghindari pergaulan bebas. Selain itu keluarga harus menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak dengan limpahan kasih sayang yang cukup. Keluarga yang ramah dengan anak, dipastikan akan membuat anak kerasan di rumah dan tidak berbuat yang aneh-aneh. Dengan dibekali dengan ilmu agama dan ilmu tentang kesehatan reproduksi yang cukup, dipastikan anak dapat memiliki sikap yang tegas untuk menolak segala bentuk perilaku negatif yang mengarah pada pergaulan bebas dan penyalahgunaan Napza.