Era Digital, Anak Butuh Perhatian Ekstra

Membesarkan anak di era Digital butuh usaha ekstra dibandingkan puluhan tahun lalu. Perkembangan dunia digital tidak hanya memberi kemudahan, tetapi juga juga menciptakan kesulitan baru bagi orangtua khususnya dalam mendidik anak. Era Digital dengan segala kemajuan teknologi informasinya telah membuat gap antara orangtua dan anak. Tak jarang berakhir dengan anak membangkang atau masalah lainnya.

Demikian dikatakan Ka Sub Bidang Advokasi Konseling dan Pembinaan KB dan Kesehatan Reproduks BPMPDPKB Kabupaten Kulon Progoi, Drs Mardiya, saat ditemui di kantornya, Senin, (14/11). Ditambahkan oleh mantan penyiap bahan pembinaan ketahanan keluarga ini, tantangan terbesar orangtua di era digital adalah keasyikan anak dengan gadget yang  bisa untuk mengakses beragam informasi dari luar tanpa filterisasi. Persoalannya informasi yang tersedia di dunia Maya bukan hanya yang baik-baik saja, tetapi tidak sedikit informasi yang buruk dan menyesatkan khususnya bagi anak yang belum cukup umur.

Menurut Mardiya, informasi tentang pornografi, kekerasan dan penipuan berbahaya bagi anak. Karena itu memberi peluang pada anak untuk meniru. Parahnya lagi, ketiga hal tersebut sekarang ini diformulasikan oleh produsen dalam bentuk game yang digemari anak-anak. Bila orangtua tidak pintar-pintar mengontrol apa yang dilakukan anak,  maka selain anak akan kecanduan, perilaku anak juga menjadi negatif selain tidak suka lagi bergaul dengan teman sebayanya.