Monev Klinik Ketahanan Keluarga Hari ke-2 Berlangsung di 4 Lokasi

Jumat (26/1) Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kulon Progo kembali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) ke Klinik Ketahanan Keluarga di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan kali ini berlangsung di 4 lokasi yakni Klinik Ketahanan Keluarga Kalurahan Sogan, Klinik Ketahanan Keluarga Kalurahan Depok, Klinik Ketahanan Keluarga Kalurahan Tirtorahayu dan terakhir di Klinik Ketahanan Keluarga Kalurahan Gulurejo. Sama seperti sebelumnya, kegiatan ini bertujuan untuk memantau sejauh mana layanan di klinik ketahanan keluarga dapat berjalan.

Diawali dengan kunjungan ke Klinik Ketahanan Keluarga Kalurahan Sogan, dimana diperoleh data 1 kasus pernikahan dini dan 3 kasus perceraian selama tahun 2023. Dari segi kepengurusan, pencatatan dan pelaporan juga menjadi pekerjaan rumah bag petugas karena belum semua aduan klien dapat tercatat.

Kunjungan selanjutnya dilakukan ke Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan. Dari hasil kunjungan tercatat tidak ada kasus pernikahan nikah dini namun ada 5 kasus perceraian selama tahun 2023. Dalam hal tersebut petugas klinik mengaku pihak kalurahan sudah berusaha memediasi namun karena permasalahan sudah terlalu pelik sehingga pada akhirnya pasangan tetap memutuskan untuk berpisah.

Kalurahan Tirtorahayu menjadi Klinik Ketahanan Keluarga tujuan  monev selanjutnya. Untuk data perceraian dan nikah dini sementara belum dapat diperoleh dikarenakan kendala teknis. Namun petugas mengungkapkan bahwa selama 2023 beberapa klien yang berasal dari masyarakat Kalurahan Tirtorahayu mendatangi klinik untuk meminta surat pengantar cerai maupun sekedar berkonsultasi.

Monev diakhiri dengan kunjungan ke Klinik Ketahanan Keluarga Kalurahan Gulurejo, kapanewon Lendah. Dari hasil monitoring diperoleh data nikah dini sebanyak 2 kasus dan cerai sebanyak 9 kasus. Didik Fianta, selaku kamituwa Kalurahan Gulurejo mengaku memang terjadi peningkatan jumlah perceraian pada tahun 2023 sebanyak 2 kasus. Didik mengaku bahwa kalurahan juga sudah berusaha memfasilitasi namun karena kedua belah pihak sudah mantap untuk berpisah, sehingga perceraian menjadi pilihan final. Selain itu Didik juga mengusulkan diadakan kegiatan peningkatan kapasitas petugas klinik agar mereka mendapat ilmu baru yang dapat diterapkan saat konseling.