KIE Program Bangga Kencana : Cegah Stunting untuk Menghasilkan Generasi yang Lebih Berkualitas

Minggu, 21 Januari 2024 BKKBN Ri menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja di Kulonprogo. Kegiatan dihadiri oleh peserta dari unsur GenRe, Tim Pendamping Keluarga serta masyarakat sekitar Girimulyo.

Kegiatan yang dilaksanakan di Iwak Kalen Salamrindu tersebut menghadirkan narasumber Kepala BKKBN Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K), staf ahli DPR RI sekaligus konsultan ahli Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)RI Dr dr Riyo Kristian Utomo, Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati S.E. dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kulonprogo Drs. Ariadi M.M.

Pada awal acara dr Riyo menyampaikan bahwa generasi muda berkualitas tak lahir secara kebetulan. Generasi muda berkualitas harus disiapkan dimulai dari keluarga yang berkualitas. Selanjutnya disampaikan pula bahwa dalam hal ini peran kaum perempuan memiliki peran penting. Perempuan akan mengandung anak yang nantinya menjadi penerus generasi bangsa. Anak dalam kandungan harus mendapatkan gizi yang cukup agar pertumbuhan optimal sehingga tidak stunting. “Delapan minggu pertama kehamilan sangat penting artinya karena akan berpengaruh hingga dewasa,” kata Riyo di talkshow yang digelar di Iwak Kalen Salam Rindu, Pendoworejo Girimulyo, Minggu 21 Januari 2024.

Kepala Dinas PMD Dalduk dan KB Kulon Progo, Drs. Ariadi, M.M. mengemukakan bahwa stunting di Kulon Progo mencapai 15,8 persen berdasarkan data BPS. Namun data dari Dinkes Kulon Progo yang diambil secara by name by address mencapai 8,49% di tahun 2023. Dalam paparannya Ariadi juga berpesan bahwa para kader pkk, kader posyandu, TPK, nakes, lurah dan masyarakat agar bersinergi untuk dapat menurunkan angka stunting menjadi zero stunting di Kulon Progo. “Para lurah jangan bosan-bosan untuk mengingatkan warga, para kader, tentang upaya pencegahan stunting. Manfaatkan maksimal kampung keluarga berkualitas (Kampung KB). Kini di Kulonprogo terdapat 88 kampung KB,” tutur Ariadi.

Secara kebijakan, DPRD Kulonprogo terus mengawal program percepatan penurunan stunting dari waktu ke waktu. Baik dalam penegakan peraturan daerah, anggaran maupun pengawasan. Akhid Nuryati mengatakan, di semua dinas yang terkait dengan program percepatan penurunan stunting tak ada serupiah pun dana dipotong. “Anak berkualitas dilahirkan dari keluarga berkualitas. Bagaimana merencanakan keluarga berkualitas menjadi sangat penting dilakukan. Target nasional 2024 angka stunting 14 persen. Karena itu, harus ada langkah konkret di lapangan. Sosialisasi lewat kader pendamping keluarga, memberi edukasi kepada para calon pengantin. Bahwa merencanakan pernikahan tak semata berfokus pada meriahnya pesta, gedung tempat acara. Tak kalah penting fokus pada tujuan membentuk keluarga samawa dan teredukasi tentang pembentukan keluarga berkualitas ke depan,” ujar Akhid.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Kepala BKKBN RI, dr. Hasto Wardoyo. Dalam kegiatan tersebut dr. Hasto menyampaikan kepada audiens bahwa pendek belum tentu stunting tapi stunting pasti pendek. dr. Hasto juga menyampaikan stunting dapat dicegah dengan pemberian gizi dari protein hewani, tidak harus daging sapi atau ayam tetapi justru ikan dapat menjadi sumber gizi yang lebih  baik karena mengandung DHA yang baik untuk perkembangan otak yang berpengaruh pada kecerdasan anak.

dr.Hasto mengingatkan, sesibuk-sibuknya orangtua bekerja agar jangan sampai mengabaikan soal mengurus anak. Karena membangun keluarga sangat penting. Termasuk kepada hal teknis bagaimana cara momong anak (parenting) dengan baik. Orangtua sebisa mungkin menghindari pertikaian suami istri, anak harus dibahagiakan.