"ANTING KERTAS" Atasi Stunting Melalui Kampung Keluarga Berkualitas

Stunting menjadi isu nasional di Indonesia mulai tahun 2016, hal tersebut menjadikan hal yang menarik untuk dibahas, dan menjadikan perhatian semua fihak untuk bersama-sama saling peduli. Angka stunting berdasarkan pada pemantauan status gizi (PSG) tahun 2016 ada 29,6%. Kondisi tersebut menyebabkan Presiden memerintahkan kepada semua kementrian dan Lembaga untuk bersatu padu menangani masalah stunting di Indonesia. Kebijakan terkait percepatan penurunan stunting tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Di dalam dokumen  Rencana Kerja Pemerintahan Tahun 2019 bahwa Percepatan Penurunan Stunting masuk dalam kegiatan prioritas. Stunting adalah “ kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis atau dalam waktu yang lama, dimulai sejak janin masih dalam kandungan, sehingga anak menjadi terlalu pendek di usianya (Kemenkes RI 2018). Permasalahan stunting menjadi penting karena akibat yang akan ditimbulkan karena balita menderita stunting diantaranya adalah: pertama, berhubungan dengan perkembangan otak janin sejak dalam kandungan hingga anak usia dua tahun merupakan periode emas “Golden Periode” bila pada periode ini anak kekurangan gizi maka perkembangan otak akan terganggu, dampaknya pada kemampuan kognitif dan prestasi belajar anak di masa mendatang; kedua berhubungan dengan pertumbuhan masa tubuh dan komposisi badan, kondisi ini berdampak pada sistem kekebalan dan kapasitas kerja di masa yang akan datang, terutama ketika anak memasuki dunia kerja, anak yang pendek akan kalah bersaing dengan anak yang berpostur lebih tinggi; ketiga berhubungan dengan metabolisme tubuh seperti glukosa, lipid, protein, hormon/receptor/gen, kondisi ini akan berdampak pada munculnya penyakit-penyakit seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung dan pembekuan darah, kanker, stroke, dan disabilitas lansia. Sumber : short and long term effects of early nutrition (James, et al 2000). Kabupaten Kulon Progo sangat berkomitmen untuk berkontribusi positif dengan menurunkan prevalensi stunting pada tahun 2024 menjadi maksimal 14% sesuai target Pemerintah.

Sebagai Branding digunakan Akronim Anting kepanjangan dari Atasi Stunting dan Kertas kepanjangan dari Keluarga Berkualitas.

Anting merupakan Perhiasan yang banyak disukai orang dan secara universal sangat bermakna positif.  Umumnya, perempuan yang menyukai perhiasan anting dikenal sebagai pribadi yang energik, pekerja keras dan pantang menyerah ketika memiliki mimpi. Mereka juga orang-orang yang sangat praktis dan tidak suka membuat segala sesuatunya jadi lebih ruwet.

Orang-orang dengan perhiasaan favorit anting biasanya adalah orang yang penuh tanggung jawab, senantiasa berpikir positif dan ceria. Mereka bahkan merupakan orang-orang yang suka mengikuti perubahan tren fashion yang ada dan berusaha tampil sebaik mungkin di segala acara.

Di balik sifatnya yang menyukai kemewahan, para penyuka perhiasan anting adalah pribadi yang sangat menyenangkan, enak diajak ngobrol dan tidak membeda-bedakan orang lain. Ia adalah pribadi yang cukup terbuka dan mau menerima perubahan di sekitarnya.

Kertas memiliki warna putih bersih, tidak terdapat setitik goresan pun yang dapat kita temukan di setiap bagian tubuhnya. Oleh karena itu, di saat sebuah goresan tinta bersemanyam pada dirinya, saat itulah awal kertas memiliki warna berbeda pada dirinya dan menjadi awal sebuah perjalanan yang akan mengantarkannya menjadi kertas yang memiliki arti dan kelak akan membuatnya berharga di akhir eksistensinya.

Memperhatikan beberapa hal di atas kami mengajukan Gagasan Proyek Perubahan ANTING KERTAS ( ATASI STUNTING MELALUI KELUARGA BERKUALITAS )  dengan Judul PERCEPATAN PENANGANAN STUNTING MELALUI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DI KABUPATEN KULON PROGO.

Tujuan Proper

Jangka Pendek (60 hari kerja)

  1. Tersusunnya Peraturan Bupati Kulon Progo tentang Pembentukan dan Optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas;
  2. Terbentuknya 88 Kampung Keluarga Berkualitas di Kalurahan/Kelurahan se-Kabupaten Kulon Progo.
  3. Jangka Menengah (90 hari)
  4. Desiminasi dan Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kalurahan / Kelurahan.

Jangka Panjang (1 sd 2 Tahun)

    1. Menurunkan Prevalensi Stunting di Kabupaten Kulon Progo berdasarkan SSGI / Angka BPS, maksimal 14% pada Tahun 2024;
    2. Kampung KB Award Tahun 2024

Manfaat

Manfaat yang diharapkan tercapai dari proyek perubahan ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagi Pemerintah
  1. Terintegrasinya Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Kulon Progo;
  2. Terwujudnya Penurunan Prevalensi Stunting sesuai target Pemerintah 14%.
    1. Bagi Kampung Keluarga Berkualitas
  3. Terintegrasinya Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting pada tingkat Kalurahan;
  4. Penyelenggaraan Operasional Kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas semakin optimal, efektif dan efisien.
    1. Bagi Masyarakat
  5. Terselenggaranya kegiatan Percepatan Penurunan stunting yang langsung menyentuh masyarakat;
  6. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam kegiatan percepatan penurunan stunting;
  7. Meningkatnya pemahaman tentang Stunting dan diikuti dengan perubahan perilaku maasyarakat dalam mempersiapkan pernikahan dan menjalankan pola asuh terhadap anak.
    1. Akademisi
  8. Sebagai sarana belajar mahasiswa dan tempat untuk pengabdian masyarakat sesuai bidang tugasnya;
  9. Sarana penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Media

  1. Sebagai bahan informasi kepada masyarakat secara luas terhadap percepatan penurunan stunting;
  2. Sebagai bahan edukasi tentang penanganan stunting kepada masyarakat.