Harganas Kulon Progo dan Pencegahan Stunting

Harganas dan Upaya Penurunan Stunting di Kulon Progo

Oleh Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengendalian Penduduk

 

Ada yang berbeda dalam puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-29 Tahun 2022 Kabupaten Kulon Progo,  Selasa, 12 Juli 2022.  Perbedaan tersebut, selain peringatannya dilakukan secara offline setelah 2 tahun dilakukan secara online karena pandemi Covid-19, tema yang diangkat dalam Harganas  tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih berfokus pada KB dan kesejahteraan keluarga. Tahun ini, sama halnya dengan Pemerintah Pusat, tema sentral yang diangkat adalah “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting” dengan hastag #KeluargaKerenCegahStunting. Dengan tema yang mengandung dua kata kunci keluarga dan stunting tersebut, mengandung makna Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengajak masyarakat secara masif untuk mengatasi dan menuntaskan stunting di setiap keluarga di Kulon Progo.

Pelaksanaan puncak acara Harganas Ke-29 Tahun 2022 di Kulon Progo tahun ini dipusatkan di Lapangan Bendungan, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Kulon Progo dengan ragam acara mulai dari senam di pagi hari dan acara seremonial dilanjutkan talkshow sesudahnya. Di akhir acara ada pembagian doorprize bagi masyarakat yang beruntung dengan doorprize utama berupa 2 buah sepeda gunung dari PJ Bupati dan Sekda Kulon Progo. Yang unik di acara Harganas tahun ini adalah adanya tampilan seni tradisional berupa Tarian Genre dari para remaja dan Jathilan Kreasi Bangga Kencana dengan lagu Wis Tekan Jamane.

Ada sejumlah kegiatan dalam rangkaian Harganas ke-29 Tahun 2022 di Kabupaten Kulon Progo yang merupakan tindak lanjut kegiatan di tingkat Pusat, di antaranya pelayanan KB serentak Sejuta Akseptor, aneka lomba (Kampung KB, KB Lestari 20 Tahun, Institusi Masyarakat Pedesaan, PIK Remaja, Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, UPPKA dan lain-lain), siaran radio dan ragam kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Bangga Kencana melalui melalui media seni (lagu dan pentas seni tradisional) serta media sosial.

Alhamdulillah, tahun ini Kulon Progo mendapatkan prestasi yang membanggakan. Selain mendapat  Juara 1 Lomba Video Pendek Pencegahan Stunting (PIK R Demangrejo), juga juara 2 nasional dalam pelayanan KB sejuta akseptor, peringkat 3 dan 6 lomba Kampung KB dan Dashat (Kampung KB Sendangsari), kejuaraan di tingkat DIY, banyak sekali yang dapat diraih. Di antaranya Terbaik 1 Lomba Kampung KB (Kampung KB Sendangsari), Lomba PIK R Jalur Pendidikan (PIK R. Asoka SMA N 1 Wates), Terbaik 1 Lomba PIK R Jalur Masyarakat (PIK R Prabu  Bumirejo), Terbaik 1 Lomba Kader IMP (Yuli Astuti), Terbaik 1 Lomba KB Lestari 20 Tahun (Tustiyanti/Indarto), dan lain-lain.

Terkait upaya penurunan stunting, Kabupaten Kulon Progo telah bergerak secara intensif pasca diterbitkannya Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2018 tentang Penanganan Stanting di Daerah. Peraturan Bupati ini diperbaharui dengan Peraturan Bupati Nomor 6  Tahun 2020 tentang Perubahan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2018 tentang Penanganan Stunting di Daerah yang di Rencana Aksi Daerah (RAD) nya sudah ada peran Desa/Kalurahan. Di Kulon Progo juga telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kulon Progo melalui SK Bupati Nomor  58/A/2022  dan  229 Tim Pendamping Keluarga (TPK) melalui SK Bupati Nomor 542/A/2021 Tanggal 31 Desember 2021.

Ada banyak inovasi dalam rangka penguatan penurunan stunting di Kulon Progo diantaranya pengembangan aplikasi BumilKu, Matahatiku untuk pemantauan stunting, Kencana Passalinku untuk peningkatan kesertaan KB Pasca Salin, pengembangan padi jenis Nutrizink yang bisa mencegah stunting dan sebagainya. Berbagai intervensi spesifik maupun sensitif di Kulon Progo juga banyak dikembangkan dengan sasaran 1000 HPK yang melibatkan lintas sektor dan mitra kerja. Saat ini tidak ada satupun OPD di Kulon Progo yang tidak terlibat dalam penanganan stunting di Kulon Progo.

Sekarang ini Kulon Progo juga telah  mengembangkan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di 26 Kampung KB. Pengembangan DASHAT yang berkolaborasi dengan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) untuk menurunkan angka stunting di Kulon Progo ini berkaitan dengan ditunjuknya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi Ketua Pelaksana Penurunan Stunting di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo, 25 Januari 2021 lalu yang kemudian ditindaklanjuti dengan terbitnya Peraturan Ka BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI) 2021 – 2024. Upaya perbaikan gizi yang dilakukan melalui kegiatan DASHAT ini adalah berupa edukasi dan perbaikan konsumsi pangan ibu hamil, menyusui dan balita dari berbagai pangan yang tersedia, bergizi dan terjangkau dengan cita rasa yang sesuai dengan selera mereka.

Kegiatan DASHAT di Kulon Progo dapat dilakukan dalam tiga permodelan, yaitu: Pertama, Model Sosial, yaitu model pemberdayaan  masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang sebagian besar kegiatan berupa pemberian makan gratis kepada kelompok sasaran (ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta; Kedua, Model Komersial yaitu model pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang diperuntukan bagi masyarakat umum dengan metode penjualan dan penguatan KIE tentang makanan sehat; Ketiga, Model Kombinasi yaitu model pemberdayaan masyarakat untuk menyediakan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang diperuntukkan bagi pemenuhan gizi kelompok sasaran serta masyarakat umum dengan metode penjualan. Model yang dipilih disesuaikan dengan kondisi masing-masing masyarakat di wilayah Kampung KB.

Dengan demikian, kegiatan DASHAT ini akan melengkapi upaya yang telah dilakukan oleh Kabupaten Kulon Progo dengan harapan kasus stunting tidak ada lagi atau setidaknya kasusnya hanya 1 digit. Sehubungan dengan hal tersebut, Kulon Progo patut bersyukur karena ada dukungan pelaksanaan dapur sehat dari BKKBN Pusat melalui pemberian makanan tambahan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal kepada UPPKA Kampung KB Sendangsari dan UPPKA Kampung KB Bugel. Dengan adanya dukungan ini tentu akan memperkuat upaya DASHAT dalam mengatasi stunting di Kulon Progo, sehingga upaya penurunan kasusnya dapat dipercepat.

Upaya penurunan stunting di Kabupaten Kulon Progo telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Setidaknya, berdasarkan hasil Studi Status Gisi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada tahun 2021. Angka stunting di Kulon Progo tinggal 14,9 persen yang merupakan capaian terbaik di DIY, bahkan nasional. Karena di tingkat nasional angka capaiannya masih di kisaran 24 persen di tahun 2024 ditargetkan tercapai 14 persen.