Kalurahan Karangwuluh Temon Melaksanakan Musrenbang

Kalurahan Karangwuluh Kapanewon Temon Kabupaten Kulon Progo melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan atau Musrenbangkal pada Rabu (6/10/21). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Temon, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Pamong Kalurahan, BPKal, dan tokoh masyarakat Kalurahan Karangwuluh.

Musyawarah diawali sambutan dan pengarahan oleh ibu Andhika selaku Kepala Jawatan Sosial yang juga pelaksana tugas Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Temon. Dalam sambutannya Andhika menyampaikan bahwa Musrenbang ini merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan Desa (PPD). Karena pada tahapan ini semua usulan rencana kegiatan pembangunan tahun berikutnya disepakati skala prioritasnya, yang kemudian akan dituangkan dalam dokumen perencanaan kalurahan yaitu Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKP Kal) untuk tahun anggaran 2022.

Lebih lanjut Andika menjelaskan bahwa tahapan Musrenbang ini telah melewati beberapa tahapan sebelumnya seperti musyawarah pedukuhan musyawarah kalurahan, penyusunan desain dan rab, verifikasi usulan dan seterusnya. "Kami berharap proses perencanaan ini sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan masyarakat dan nantinya dapat dijadikan sebagai acuan pelaksanaan pembangunan kalurahan tahun berikutnya," harap Andika.

Sementara itu Ari Wijanarko selaku pelaksana tugas harian Lurah Karangwuluh menyampaikan bahwa musrenbang ini bertujuan untuk menyepakati prioritas kebutuhan dan masalah yang sangat mendesak untuk direalisasikan dalam bentuk program maupun kegiatan pada tahun 2022 yang akan datang. Lebih lanjut Ari Wijanarko dalam pemaparannya menyebutkan bahwa anggaran dana desa tahun anggaran 2022 akan dipergunakan untuk melanjutkan pembangunan GOR Kalurahan, pembukaan jalan baru, padat karya tunai, jalan rabat beton, jaringan air bersih dan pelatihan keterampilan masyarakat.

Ambar Siswanto selalu Pendamping Desa menambahkan, bahwa prioritas penggunaan dana desa tahun anggaran 2022 lebih difokuskan kepada pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak dari pandemik COVID-19. Untuk itu, kegiatan pembangunan hendaknya selaras dengan kebijakan tersebut. (Ambar PD Temon)