Edukasi Bangga Kencana Lewat Lagu

Edukasi Bangga Kencana Lewat Lagu

Lagu Bertema Keluarga (LBK) yang dilontarkan oleh Pak Ndut/Drs. Mardiya  pada awal tahun 2019, ternyata telah membawa nuansa baru dunia musik tidak saja di Kulon Progo dan DIY, tetapi juga di level nasional. Nuansa baru yang dimaksud adalah besarnya animo masyarakat untuk menjadikan LBK sebagai lagu rakyat. Hal ini terlihat pada banyaknya anggota masyarakat yang secara sukarela ikut terlibat dalam proses rekaman maupun pengambilan gambar (syuting) setiap kali LBK akan diluncurkan.

Menurut Drs. Mardiya yang juga Ka Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo, melalui channel Aspemusik dan Drs. Mardiya diya di YouTube, semua akan melihat besarnya keterlibatan masyarakat  dalam LBK ini. Mulai dari lagu Kampung KB, Ngopo Tuku, Kuhias Kenanganku, Jamu Jowo Kulon Progo, Gotong Royong, Ayo Ronda yang diunggah  di Aspemusik, hingga lagu Harganas, Tamasya di Goa Kebon, Bendung Kamijoro, Pit-pitan, Kulon Progo Bangkit, Harvana, Pak Tani Mbok Tani, Panen Jagung dan Gebleg Tempe yang diunggah di Drs. Mardiya diya . Bahkan untuk lagu Tahun Baru 2021 yang dipublikasikan di YouTube melalui channel Drs. Mardiya diya akhir Desember 2020, saat pengambilan gambar telah mendapat dukungan dari masyarakat lintas daerah atas permintaannya sendiri. Mereka adalah Kelompok Senam Hapimoms, dari Pakelan, Sumber Arum, Moyudan, Sleman.

Sebelum masa pandemi Covid-19, masyarakat yang terlibat dalam syuting mencapai ratusan bahkan ribuan yang terlihat dalam lagu Kampung KB versi Bahasa Indonesia yang dilaunching oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo Tahun 2016 di Kalibawang maupun Kuhias Kenanganku yang dilaunching oleh Bupati Kulon Progo dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) tahun 2017 di Salamrejo. Sementara pada masa pandemi, jumlahnya dibatasi hingga puluhan saja dan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini jelas terlihat pada lagu Harganas, Harvana, Kulon Progo Bangkit dan Pit-pitan dimana penyanyi dan penari latarnya seluruhnya memakai masker dan jaga jarak.

LBK sendiri sebenarnya merupakan lagu untuk Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang menterjemahkan pelaksanaan 8 (delapan) fungsi keluarga, mulai dari fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi hingga fungsi pembinaan lingkungan. Pelaksanaan 8 fungsi keluarga yang optimal  menjadi landasan bagi seluruh keluarga untuk dapat mencapai tahapan keluarga berkualitas. Yakni keluarga yang tentram, mandiri dan bahagia.

Bagi Drs. Mardiya, LBK yang saat ini juga dipublikasikan oleh BKBN Pusat melalui Aplikasi SiLiLi Keren, telah menjadi anugerah. Karena dari LBK ini telah mengantarkan mantan Kasi Advokasi dan KIE, mendapatkan penghargaan Cipta Karya Kencana dari BKKBN Pusat pada tahun 2019, Gender Champion karena membuat lagu campursari dari Bupati Kulon Progo pada tahun 2019 dan penghargaan Alumni Berprestasi (Sarjana Adi Manggala bidang Sosial Kemasyarakatan) dari UNY pada tahun 2020.