Menangani Lansia di masa Pandemi

Menangani Lansia di Masa Pandemi

Oleh: Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengenalian Penduduk

Di masa pandemi Covid-19, bukan hanya anak-anak, remaja dan orang dewasa saja yang mengalami ketidaknyamanan akibat pemberlakuan physical distancing dan social distancing oleh pemerintah dalam rangka menekan kasus penularan penyakit akibat virus Corona tersebut, tetapi juga para lansia yang berusia 65 tahun keatas. Mereka bisa saja orangtua kita sendiri, kerabat dekat atau orang lain yang kita rawat.

Physical distancing dan social distancing dipastikan membawa ketidaknyamanan bagi lansia. Karena ini merupakan situasi yang baru, penuh ketidakpastian yang dapat meningkatkan rasa cemas dari yang ringan sampai berlebihan. Apalagi dengan adanya pelarangan kegiatan sosial, seperti kumpul bersama sesame lansia, jalan bersama, senam lansia, dan lain-lain, telah menyebabkan lansia   berkurang kesempatannya untuk menyalurkan rasa jenuh, stress, dan upaya aktualisasinya.

Di sinilah pentingnya peran keluarga untuk membuat lansia tetap nyaman dan tenang di rumah hingga masa pandemi ini usai tanpa harus mengalami kecemasan atas tres yang berlebihan. Pertama-tama yang harus dilakukan keluarga yang memiliki lansia, termasuk dalam hal ini anggota kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), adalah menjelaskan  secara sederhana dan mudah dimengerti oleh lansia mengenai kondisi pandemi yang terjadi saat ini, serta menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah terkait physical distancing dan sosial distancing sesungguhnya bertujuan  untuk melindungi lansia dari penularan virus Corona.

Sebagai pengganti kegiatan sosial di luar rumah, keluarga dapat meningkatkan intensitas berkomunikasi dengan lansia baik secara langsung (bertatapmuka) atau tidak langsung (melalui telepon, video call atau whatsapp). Lansia dapat diarahkan untuk menjalankan hobiny ada dirumah. Namun perlu diperhatikan, hanya orang-orang yang sehat dan tidak ada riwayat terpapar dengan lingkungan yang beresiko penularan, yang boleh menemui atau mendampingi lansia. Saat mendampingi lansia , juga harus tetap menerapkan protocol kesehatan (3 M) yakni mencuci tangan pakai sabun, menggunakakan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter.

Selama menjalani isolasi diri di rumah, lansia dapat diarahkan untuk melakukan antivitas di dalam rumah atau sekitar rumah yang masuk dalam lingkup pekarangan rumah yang ditempati seperti berjalan pagi, berjemur, senam, menyiramtanaman, memasak, membaca koran/majalah, menonton televisi, mendengarkan radio, melukis, menulis, karaoke, melakukan ibadah, berdoa dan lain-lain. Bagi lansia yang paham teknologi informasi dapat diarahkan untuk membaca koran online, searching di google, atau bermain game yang disukai. Dapat juga diarahkan untuk berkomunikasi dengan teman-teman sebayanya melalui media sosial (facebook, Instagram, twitter, dll).

Dengan adanya beragam kegiatan di rumah, lansia dipastikan merasa lebih nyaman dan betah tinggal dirumah sampai pandemi Covid-19 ini berakhir. Tugas keluarga adalah mendampingi dan melayani mereka sebaik-baiknya. Apalagi mereka adalah orangtua kita sendiri  atau kerabat dekat keluarga kita. Ayo saatnya kita peduli lansia.