Memaknai Fungsi Cinta Kasih dalam Keluarga

Memaknai Fungsi Cinta Kasih dalam Keluarga

Oleh: Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengendalian Penduduk

 

Salah satu dari 8 (delapan) fungsi yang harus dijalankan oleh keluarga agar dapat menjadi keluargayang berkualitas adalah Fungsi Cinta Kasih, yang merupakan fungsi ke-3 dari 8 fungsi keluarga tersebut sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 87  Tahun 2014 Bab II Pasal 7 ayat (2) di mana fungsi keluarga disebutkan secara eksplisit disebutkan meliputi: (1) keagamaan, (2) sosial budaya, (3) cintakasih, (4) perlindungan, (5) reproduksi, (6) sosialisasi dan Pendidikan, (7) ekonomi, (8) pembinaan lingkungan.

Fungsi cinta kasih ini perlu dimaknai sebagai fungsi untuk menguatkan keharmonisan hubungan antara anggota keluarga. Bukan saja antara suami dan isteri, tetapi juga antara ayah dan anak, ibu dan anak serta anak dengan anak. Fungsi ini perlu dihidupkan karena pada dasarnya rasa cinta kasih sayang antara setiap anggota keluarga, antar kekerabatan serta antar generasi merupakan dasar terciptanya keluarga yang harmonis. Dalam hal ini keluarga, khususnya orang tua (suami isteri), diupayakan agar mampu membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan pasangannya maupun dengan anak-anaknya. Disamping itu mampu menghadapi perselisihan antar anggota keluarga secara bijaksana.

Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk dapat menghidupkan fungsi ini adalah:

  1. Menumbuh-kembangkan potensi kasih sayang yang telah ada antara anggota (suami, isteri, anak) ke dalam simbol-simbol nyata (ucapan, tingkah laku) secara optimal dan terus menerus.
  2. Membina tingkah laku saling menyayangi baik antar anggota keluarga maupun antar keluarga yang satu dengan lainnya secara kuantitatif dan kualitatif.
  3. Membina praktek kecintaan terhadap kehidupan duniawi dan ukhrowi dalam keluarga secara serasi, selaras dan seimbang.
  4. Membina rasa, sikap dan praktek hidup keluarga yang mampu memberikan dan menerima kasih sayang sebagai pola hidup ideal menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Agar upaya menghidupkan fungsi cinta kasih dapat berjalan lancar, dibutuhkan komitmen semua anggota keluarga untuk menjalankannya secara sungguh-sungguh. Artinya, semua anggota keluarga siap menjalankannya dengan hati ikhlas, dengan niat untuk mewujudkan keharmonisan hubungan antar anggota keluarga. Apalagi semua telah menyadari bahwa keharmonisan keluarga akan mampu menguatkan ketahanan keluarga sehingga badai kehidupan seberapapun beratnya akan dapat diatasi dengan mudah. Dengan demikian, tidak akan pernah ada lagi kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semoga.