Bugel, Menuju CoE Kampung KB

Bugel, MenujuCoE Kampung KB

Oleh: Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengendalian Penduduk

Sungguh beruntung kita memiliki  Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kalurahan Bugel yang berada di wilayah Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.  Kampung KB yang saat ini menjadi pilot project Lingkungan Sehat Keluarga Sejahtera (LSKS) kerjasama antara Pemda Kulon Progo, BKKBN dan negara Seychelles, yang kemudian dikenal sebagai CoE Kampung KB. Karena dengan keberadaan CoE Kampung KB di Bugel, kita telah memiliki Kampung KB Percontohan, tidak saja untuk level DIY maupun nasional, tetapi hingga tataran internasional.

Penunjukan Kalurahan Bugel yang memiliki luas wilayah 642,32 ha dan berpenduduk 4.323 jiwa ini mendasarkan pada need assessment yang dilakukan oleh Tim BKKBN dan utusan Seychelles terkait isu lingkungan pada akhir tahun 2019 lalu dan menemukan banyak  permasalahan yang memerlukan penanganan serius. Sampai  akhirnya BKKBN berkeputusan menetapkan Kampung KB Bugel sebagai pilot project LSKS. Soft launching Kampung KB Bugel sebagai CoE Kampung KB telah dilakukan oleh Ka BKKBN Pusat dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), pada Jumat, 28 Februari 2020 lalu  di Aula Adikarto,  Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Sementara launching resminya yang ditandai dengan Deklarasi oleh Pokja Kampung KB dilakukan pada hari Senin, 30 November 2020 secara virtual di Balai Kalurahan Bugel dan disaksikan oleh Ka BKKBN Pusat, Duta Besar Seycheless, Gubernur DIY, Bupati Kulon Progo, Ketua DPRD dan tamu undangan lainnya di ruang yang sama pada saat soft launching.

Dalam rangka mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas yang dapat diandalkan, Pemerintah Kalurahan Bugel yang didukung oleh lintas sektor dan pendampingan dari BKKBN serta Tim Ahli Sosiologi UGM, melakukan berbagai upaya  penguatan baik dari aspek kelembagaan, tata kelola maupun kegiatannya. Dari aspek  kelembagaan, selain menyempurnakan struktur dan tata kelola, juga melakukan penyusunan Rencana Kerja Masyarakat  (RKM) berbasis data. Disamping itu juga  membenahi kelembagaan Bank Sampah,  Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga serta Penguatan Forum Genre sebagai pendamping Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) Dari aspek  tata kelola,  selain membentuk rute saluran aspirasi masyarakat yang dibakukan dengan  Standar Operasional Prosedur (SOP), juga melakukan integrasi kegiatan Kampung KB ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran kalurahan.  Dari aspek  kegiatan, telah dilakukan Sosialisasi  KB dan kesehatan reproduksi, juga telah dilakukan pembinaan terhadap kelompok kegiatan yang ada di Kampung KB antara lain: PIK Remaja melalui  Orientasi Pendidik Sebaya/Konselor Sebaya, Sosialisasi PUP dan lain-lain; Kelompok Tribina (BKB, BKR, BKL) melalui Sosialisasi Ketahanan Keluarga, PRO PN dan 1000 HPK;  Kelompok UPPKS melalui pelatihan pengolahan cabe dan sabut kelapa serta pemasarannya yang berbasis IT dan Kelompok Bank Sampah melalui pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik

Dengan terlaksananya beragam kegiatan tersebut, sekarang ini Kampung KB Bugel telah makin berkembang. Karena selain telah memiliki tata kelola dan kelembagaan Kampung KB yang mantab juga  terintegrasi dengan dokumen perencanaan dan penganggaran kalurahan yang memadai. Ke depan, Kampung KB Bugel tentu akan terus bergerak maju menjadi Kampung KB yang Mandiri dan Berkelanjutan, di mana program-programnya dapat dijalankan secara optimal dengan melibatkan segenap komponen masyarakat dan lintas sektor sehingga manfaatnya semakin dapat dirasakan oleh masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan  kualitas hidup masyarakat masyarakat Kalurahan Bugel.