Harvana

Hari Vasektomi Sedunia 2020

Oleh: Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengendalian Penduduk

 

Setiap tanggal 17 November, seluruh dunia memperingati World Vasectomy Day (WVD) atau Hari Vasektomi Sedunia (Harvana). Harvana merupakan acara rutin tahunan untuk meningkatkan kesadaran global bahwa vasektomi sebagai solusi yang berorientasi pada pria untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Tujuan utama Harvana yang digaungkan sejak tahun 2012 oleh pembuat film dokumenter vasektomi Amerika, Jonathan Stack, adalah melibatkan pria dalam pengambilan keputusan dalam mengikuti program Keluarga Berencana (KB) serta mendidik dan menyadarkan mereka tentang vasektomi sebagai cara sederhana untuk bertanggung jawab dalam pengendalian kelahiran.

Tahun 2020 ini negara kita yang dipelopori oleh  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga memperingati Harvana dengan beragam kegiatan yang tetap memperhatikan protokol kesehatan karena situasi pandemic Covid-19 yang belum juga reda. Tema sentral yang diangkat adalah “Satukan Tekad Indonesia Sehat dengan Hidup yang Terencana” dengan Sub Tema “Saatnya Pria Berencana untuk Keluarga Berkualitas”. Tujuannya secara umum adalah meningkatkan dukungan dan komitmen stakeholder dan mitra kerja dalam pencapaian program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR).

Sedangkan secara khusus, tujuannya antara lain: (1) Meningkatnya kesertaan ber-KB        dengan kontrasepsi modern (modern Contraceptive Prevalence Rate = mCPR), (2) Menurunkan PUS yang mestinya ber-KB tetapi belum terlayani (Unmet Need ), (3) Meningkatkan kesertaan KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)   khususnya Metode Operasi Pria (MOP) dan Metode Operasi Wanita (MOW), (3) Mencegah putus pakai penggunaan  kontrasepsi (dropout), (4) Meningkatkan motivasi peran mitra kerja dalam pelayanan KB MKJP, serta (5) Meningkatkan pengetahuan remaja terkait Program Bangga Kencana.

Rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan Harvana 2020 mencakup 3 (tiga) kegiatan besar yaitu: Pertama, Pelayanan KB Mantap. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 26 Oktober hingga 30 November 2020. Secara nasional targetnya 10.500 akseptor dengan rincian MOP 552 akseptor dan MOW 9.948 akseptor. Sementara DIY ditarget 164 akseptor dengan rincian 8 akseptor MOP dan 156 akseptor MOW. Adapun sasarannya selain PUS Unmet Need, juga peserta KB yang ingin ganti cara ke metode kontrasepsi MOP dan MOW.

Kedua, Lomba Foto Pelayanan KB MKJP. Lomba ini diikuti oleh seluruh Perwakilan BKKBN Provinsi, dan setiap provinsi hanya boleh mengirimkan 1 (satu) foto terbaiknya. Tema yang diangkat adalah tentang Pelayanan KB MKJP.

Ketiga, Lomba Vlog. Peserta lomba yang mengangkat tema “Persepsi tentang Kontrasepsi” adalah masyarakat umum termasuk kalangan remaja dengan durasi selama 1 menit atau 60 detik. Penilaiannya mencakup tiga hal, yakni: (1) kesesuaian pesan kunci (isi pesan dalam konten), (2) jumlah like terbanyak, dan (3) Tulisan caption yang menarik, kreatif dan inovatif. Adapun ketentuan khusus lomba ini dapat ditanyakan langsung pada BKKBN Pusat atau Perwakilan BKKBN Provinsi.

Harapan yang ingin dicapai dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut, selain dapat meningkatkan  kesertaan KB dan menurunkan unmet need pada Pasangan Usia Subur (PUS), juga mengurangi angka putus pakai (dropout) peserta KB akibat keterbatasan pelayanan KB di fasilitas kesehatan selama pandemi Covid-19. Hal ini mendasarkan pada realita bahwa berdasarkan data Statistik Rutin BKKBN sampai dengan Agustus 2020, secara nasional selama pandemi Covid-19 capaian pelayanan KB MKJP terutama MOP belum mencapai hasil yang diharapkan. Peserta KB Baru MOP yang ditargetkan 80 ribu akseptor baru tercapai 22 ribu akseptor atau 27,50%. Sebuah kondisi yang memprihatinkan karena setidaknya harus tercapai 75% dari target. Tentu hal ini akan berpengaruh terhadap upaya peningkatan kesertaan KB Pria dan upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam KB.

Menjadi harapan kita semua bahwa dengan penyelenggaraan peringatan Harvana di tahun 2020 ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran para suami untuk ber-KB dan merencanakan masa depannya dengan tindakan nyata. Kesan selama ini bahwa KB adalah urusan perempuan harus segera dihapuskan, karena sesungguhnya kaum laki-laki juga harus ikut bertanggung jawab agar keluarga yang dibangun dapat mencapai keluarga yang berkualitas, yang tenteram, mandiri dan bahagia. Selamat Hari Vasektomi Sedunia (Harvana) 2020!