INOVASI DIVERSIFIKASI LAYANAN BUMDES DI ERA COVID

CORONA  memang telah membawa dampak terhadap segala sendi  kehidupan manusia, tidak terkecuali  pula aspek ekonomi  karena telah mengakibatkan  perlambatan  bahkan   terhentinya  kegiatan ekonomi masyarakat. Bumdes sebagai salah satu pelaku penggerak ekonomi masyarakat kalurahan/desa, tidak luput dari yang mengalami dampak pula.

Bagaimana  kondisi  Bumdes  di tengah pandemi covid, apakah ada kemerosotan usaha, atau apakah sampai terhenti usahanya, ---- atau malah sebaliknya, justru ada peluang bisnis baru sebagai momentum awal kebangkitan  usahanya.

Dalam rangka melihat geliat Bumdes di era covid ini, Kepala Dinas PMD Dalduk dan KB bersama jajarannya, berusaha terus melakukan pembinaan, pendampingan  dan pemantauan  Bumdes.  Pada episode tulisan ini,  akan menurunkan laporan khusus   hasil pemantauan  pada tanggal 31 Oktober dan 1 & 2  Nopember 2020 terhadap  beberapa Bumdes, diantaranya Bumdes Karya Binangun Jaya Ngentakrejo, Bumdes Sendang Artha Sendangsari , Bumdes Pengasih   dan wisata edukasi Goa kebon sebagai bagian dari embrio kerja sama Bumdes Krembangan dengan pengelola obyek wisata.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, disamping memberikan pengakuan/rekognisi terhadap hak asal usul desa yang ada   secara historis sebelum berdirinya NKRI, juga memberikan kewenangan dalam  skala lokal desa untuk melakukan pemberdayaan  masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal untuk kemajuan dan kemandirian. Bumdes sebagai salah satu bagian dari lkelembagaan milik desa/kalurahan memiliki kesempatan dan peluang untuk dijadikan lembaga miliki kalurahan yang “ profesional, pemberdaya dan penggerak ekonomi masyarakat   sekaligus    memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli kalurahan.

Bumdes Karya Binangun Jaya Ngentakrejo, selama ini dalam beberapa tahun terahir selalu membukukan pendapatan yang tidak kecil, bahkan jauh  lebih besar dibanding rata-rata Bumdes lainnya,  termasuk memiliki peningkatan kinerja yang signifikan dari tahun ke tahun, sehingga  selalu masuk kategori best practice di aspek tertentu. Pada era covid ini,  Bumdes Ngentakrejo masih fokus mengelola 2 unit pelayanan ; unit jasa keuangan  dan unit perdagangan minimarket. Sampai dengan ahir Oktober kemarin,----  informasi yang digali dari direktur dan jajaran pengelola Bumdes,i dari target setoran pendapatan asli kalurahan yang telah ditetapkan dalam APBkal 2020 dengan peningkatan i dari APB Kal 2019,  diperkirakan akan dapat dicapai, kendatipun beberapa bulan terakhir juga terdampak corona yang langsung  berimbas bertambahnya  tingkat keterlambatan angsuran dan naiknya NPL, walaupun masih dalam ambang batas dibawah standar. Bumdes Ngentakrejo dengan   posisi kantor di depan balai kalurahan dan disamping pasar, memiliki keutungan tersendiri karena letaknya strategis langsung berinteraksi  dengan para pelaku riil masyarkat, apalagi pasar Ngentakrejo memiliki dinamika kegiatan yang sangat unik, disamping  termasuk pasar harian karena setiap hari buka dan tidak tergantung hari pasaran,  juga  memiliki  jangkauan penjualan pedagang pasar lintas  kalurahan dan  kapanewon. Ekosistem ekonomi  masyarakat yang demikian tentu memiliki korelasi kuat terhadap daya dukung perkembangan Bumdes Ngentakrejo. Unit perdagangan minimarket  termasuk unit baru, -- tahun 2020 ini walaupun di era covid,  lebih meningkat pendapatnnya dibanding tahun lalu, hal ini bisa terlihat dari laporan neraca dan rugi laba setiap bulannya serta informasi dari direktur bumdes bersama jajarannya. Dari hasil pemantauan juga dapat diperoleh informasi rencana penyertaan modal pemerintah kalaurahan tahun 2021 dan 2022 termasuk rencana renovasi perluasan kantor dan   pengembangan Bumdes pada unit lain sebagai bagian dari inovasi diversifikasi layanan kepada masyarakat.

Bumdes Binangun Sendang Artha Sendangsari di tengah situasi pandemi covid, sebagaimana dituturkan Direktur Bumdes ; untuk unit jasa keuangan juga mengalami dampak pula dari pandemi covid dengan adanya peningkatan keterlambatan angsuran atau penambahan NPL,  walaupun masih dalam standar aman. Namun demikian juga berpengaruh terhadap pendapatan bersih yang akan disetor ke pendapatan asli kalurahan. Adanya prediksi potensi menurunnya pendapatan Bumdes 2020  ini telah direspon oleh pemerintah Kalurahan Sendangsari dalam perubahan APBKal 2020 khususnya target Pendapatan Asli Kalurahan dari sektor Bumdes. Untuk menggenjot  lompatan usaha  Bumdes sekaligus mengatasi dampak covid yang terlalu jauh, Bumdes Sendangsari telah merintis unit usaha lain berupa unit perdagangan, persewaan dan penjajagan wisata desa.  Unit jasa keuangan Bumdes Sendangsari beberapa tahun terahir  masuk kategori good  practice di bidangnya dan termasuk Bumdes yang  besar di wilayah kapanewon, sehingga terus berkomitmen meningkatkan kinerja melalui inovasi diversifikasi layanan dan optimalisasi aset kalurahan.  Rintisan unit perdagangan, persewaan diakui oleh direktur telah menambah diversifikasi layanan sekaligus mendambah pendapatan.

Pemantauan di Bumdes Pengasih, langsung   ditemui  pengelola  Bumdes dan menggali informasi dari Lurah dan pamong kalurahan.  Berbeda dengan Bumdes Pengasih yang masih fokus di satu unit jasa keuangan, dampak covid juga dirasakan pada aspek keterlambatan angsuran dan potensi menurunnya simpanan, kendatipun Bumdes ini  masuk kategori Bumdes sehat. Karena terletak diperkotaan, Bumdes Pengasih memiliki tantangan tersendiri karena kompetisi dengan lembaga keuangan dan perbankan lain yang telah gencar di area perkotaan, sehingga upaya  diversifikasifikasi  layanannya masih dalam proses inkubasi, karena di era covid ini sempat merintis usaha sektor riil dalam melayani kebutuhan sarana prokol kesehatan di lingkungan kalurahan. Namun diversifikasi layanan ini masih  akan dimatangkan lebih lanjut agar tetap sustain kendatipun telah keluar dari pandemi covid.

 Sedangkan  pemantauan di wisata goa Kebon sebagai embrio kerja sama Bumdes, bertemu dengan salah satu unsur pamong kalurahan , unsur pokdarwis dan pengelola harian wisata dari unsur karang taruna. Hasil  pemantauan diperoleh informasi bahwa wisata goa kebon hasil kerja sama antara Bumdes Krembangan, Pokdarwis, dan KarangTaruna kalurahan. Pengaturan wisata dengan peraturan desa/peraturan kalurahan dan Mou antar pihak. Walaupun boleh dibilang wisata yang masih baru, namun dari waktu ke waktu mengalami peningkatan kunjungan khusunya setiap ahir pekan dan liburan. Wisata Goa kebon merupakan wisata edukasi karena memberikan layanan kepada masyarakat : lokasi camping, edukasi budidaya lele, panorama goa dan wahana outbound. Kolaborasi antara Bumdes, Pokdarwis,karang taruna dan masyarakat tentu menjadi keunikan tersendiri, hal itu dituturkan oleh Pak Brenggo salah satu tokoh masyarakat termasuk unsur pokdarwis. Ada rencana pengembangan yang telah disiapkan bersama dengan komponen masyarakat, sehingga diharapkan waktu yang akan datang terus berbenah dan betul-betul branding wisata edukasi dapat direalisasikan. Pemerintah Kalurahan Krembangan telah melakukan dorongan dan fasilitasi terhadap pengembangan wisata goa kebon lebih baik  dalam hal infrastruktur dan fasilitasi lain (SDMT).