Kelebihan Lagu untuk KIE KB di Masyarakat

Lagu atau nyanyian ternyata memliki banyak manfaat, selain konon dapat merangsang kecerdasan otak, mengurangi tekanan darah, menjadikan kita lebih bahagia, dan menjadi terapi untuk beragam penyakit seperti asma, stress, dll, juga bisa menjadi media Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) KB yang efektif di masyarakat. Karena selain menarik dan dapat mencairkan suasana, pesan-pesan KB yang dikemas dalam bentuk lagu akan lebih mudah dikenang oleh masyarakat khususnya pada mereka yang disasar dalam KIE. Dengan demikian lagu itu akan lebih membekas dibenak sanubari mereka.

Demikian dikatakan oleh Ka Sub Bid Advokasi Konseling dan Pembinaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDPKB, Drs. Mardiya dalam press releasenya, Kamis (29 /10). Ditambahkan oleh Mardiya, efektivitas lagu untuk KIE KB juga dikarenakan lagu dapat menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa dipengaruhi oleh umur, status sosial ekonomi dan pendidikan. Kelebihan ini tidak akan didapatkan pada kegiatan lain seperti seminar, workshop atau kegiatan ilmiah lainnya. Hanya saja agar hasilnya lebih mengena, lagu yang digunakan untuk KIE KB harus dipilih sesuai dengan tema KIE KB yang dibahas. Misalnya pasa saat berbicara tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) maka lagu yang cocok adalah lagu Rabine Diundur Wae ciptaan Budi Jolong, pada saat KIE KB tentang pentingnya KB bagi Pasangan Usia Subur (PUS) lagu yang diangkat adalah lagu KB Pancen Nyoto Ciptaan Pak Ndut, dll.

Menurut Mardiya, dengan mengunakan lagu, penyuluhan dan KIE menjadi lebih bergairah dan tidak membosankan. Apalagi jika dilengkapi dengan videoklip yang menggigit. Pesan apapun dalam lagu akan terkenang sepanjang hayat. Bisa jadi mempengaruhi jiwa dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari.