Hari Kontrasepsi Sedunia 2020

Hari Kontrasepsi Sedunia 2020

Oleh: Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengendalian Penduduk

Setiap tanggal 26 September, seluruh dunia memperingati World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia (Harkona). Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ber-Keluarga Berencana (KB), dengan maksud untuk mengatur kelahiran, menurunkan angka kehamilan yang tidak diinginkan  serta untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan seluruh umat manusia akan pentingnya kesehatan reproduksi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup.

Harkona sebenarnya merupakan salah satu bentuk  kampanye global yang mengedepankan isu pentingnya kontrasepsi dalam kerangka kesehatan manusia terutama kesehatan reproduksi. Hari spesial ini pertama kali digagas di Eropa pada tahun 2007 yang didasari atas keprihatinan tingginya kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan remaja Eropa yang mencapai angka hingga 85%  dan cepatnya penyebaran Infeksi Menular Seksual (IMS) akibat dari ketidaktahuan masyarakat bagaimana melindungi diri dari ancaman infeksi ini.

Secara nasional, peringatan Harkona di tahun 2020 ini mengambil tema: “Bersama Mitra Tingkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi pada Adat Kebiasaan Baru”. Adapun tujuannya secara umum adalah meningkatkan komitmen dan dukungan dari stakeholder, provider medis, mitra kerja dan masyarakat dalam mendukung program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Sedangkan secara khusus bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan stakeholder, provider medis, mitra kerja dan masyarakat terkait pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi yang berkualitas. Selain itu meningkatkan komitmen dan kesertaaan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam ber-KB serta meningkatkan komitmen dan dukungan stakeholder, provider medis, mitra kerja untuk percepatan pencapaian program Bangga Kencana secara menyeluruh.

Setidaknya ada 12 kegiatan yang menjadi satu rangkaian kegiatan Harkona yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai lembaga pemerintah yang paling bertanggungjawab terhadap suksesnya program ini. Kegiatan yang dimaksud adalah (1) Launching Aplikasi Klik KB, (2) Bulan Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), (3) Sertifikasi Kompetensi bagi Bidan Terlatih, (4) Lomba Cavering Jingle Berencana Itu Keren, (5) Webinar Gynecology Practice for General Practitioner, (6) Lomba Senam Sajojo dan Senam Sajojo Serentak, (7) Webinar Indeks Kualitas Pelayanan KB, (8) Bhakti Sosial Pelayanan KB IUD dan Implant, (9) Empowering Women’s Choices for the Next 60 Years APAC Virtual Summit, (10) Peresmian Tugu Kontrasepsi, (11) Webinar dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2020, (12) Sosialisasi dan Publikasi Rangkaian Kegiatan Harkona.

Terkait dengan Bulan Pelayanan KB MKJP yang kegiatannya dimulai sejak 18 Agustus 2020 hingga 19 September 2020 (yang kemudian diundur menjadi 26 September 2020), BKKBN menargetkan dapat terlayani 250.000 akseptor MKJP yang terdiri dari 150.000 akseptor IUD dan 100.000 akseptor Implan. Hal yang melatarbelakanginya adalah adanya penurunan capaian Peserta KB Baru sebagai dampak adanya pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda. Hal ini terlihat dari capaian bulan Maret  2020 yang masih sebanyak 422.315 akseptor, telah menurun tajam menjadi 371.292 akseptor pada bulan April dan hanya naik sedikit menjadi 388.390 akseptor pada bulan Mei 2020.

Di samping itu, terdapat beberapa tantangan dalam pelayanan KB pada masa pandemi ini. Di antaranya, keterbatasan akses terhadap pelayanan di fasilitas kesehatan, kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai dan memenuhi standar bagi Petugas Pelayanan KB, serta penerapan pelayanan KB di era new normal dengan memperhatikan protokol kesehatan. Hal lain yang melatarbelakangi kegiatan bulan pelayanan KB ini adalah bahwa adanya pandemi Covid-19 telah berdampak pada peningkatan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) di beberapa wilayah akibat dari penurunan kesertaan KB dan peningkatan angka putus pakai kontrasepsi.

Kita semua tentu berpengharapan, dengan peringatan Harkona ini masyarakat semakin sadar akan pentingnnya kontrasepsi sebagai alat bantu untuk memenuhi tujuan reproduksi manusia terutama bagi pasangan usia subur (PUS) muda. Dengan demikian, PUS muda menjadi semakin cerdas dan mampu menempatkan kontrasepsi sebagai salah satu bagian dari penataan rencana hidup mereka ke depan.

Tentu saja untuk mewujudkan hal itu perlu adanya jaminan akses layanan kontrasepsi di setiap fasilitas kesehatan serta pemberian informasi dan edukasi kesehatan reproduksi yang berkualitas. Karena hanya dengan pemberian informasi kesehatan reproduksi yang benar dan lengkap, maka upaya untuk mematahkan mitos-mitos yang menyesatkan seputar kesehatan reproduksi sekaligus memotivasi penggunaan kontrasepsi untuk perlindungan diri baik dari kehamilan yang tidak diinginkan maupun penularan IMS dapat terwujud. Selamat merayakan Hari Kontrasepsi Sedunia 2020.