Parade Lagu Hari Kontrasepsi Sedunia

Parade Lagu Hari Kontrasepsi Sedunia

Hari Kontrasepsi Sedunia (Harkona) yang diperingati setiap tanggal 26 September merupakan momentum tepat untuk menyadarkan seluruh umat manusia akan pentingnya mengatur kelahiran, merencanakan kehamilan, dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan serta menjaga kesehatan reproduksi manusia terutama ibu dalam rangka menjaga eksistensi manusia di muka bumi ini. Hal ini penting dilakukan karena selain jumlah penduduk bumi yang terus meningkat hingga menjadi 7,7 milyar pada saat ini dengan tingkat pertumbuhan 1 hingga 1,2% per tahun, kemampuan bumi untuk mendukung kehidupan manusia juga terbatas. Artinya, tanpa pengendalian pertumbuhan penduduk yang serius, bahaya kelaparan, kurang gizi, kekurangan air bersih, dan lain-lain akan melanda manusia di muka bumi. Ini belum termasuk resiko datangnya wabah penyakit, banjir, kekeringan karena pengelolaan sampah yang tidak baik.

Hal ini dikemukakan oleh Ka Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo Drs. Mardiya di kantornya, Jumat (11/9). Ditambahkan Mardiya, di sisi lain kesehatan manusia terutama kesehatan reproduksinya menjadi hal yang penting untuk dijaga agar kualitasnya terus meningkat guna menghadapi kehidupan masa depan  yang makin tidak mudah seiring dengan perubahan iklim dan bencana alam yang terus terjadi.

Menurut Mardiya, dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepedulian manusia terhadap akan pentingnya pengendalian pertumbuhan melalui pengaturan kelahiran dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi manusia, dirinya telah menyusun Parade Lagu Hari Kontrasepsi Sedunia (Harkona) dalam bentuk MP3 yang berisi 7 lagu yaitu: Donyane Wis Kebak,  KB Pancen Nyoto, Melu KB MOP, Kejar Capaian Keluarga Berencana (Jaran KB), Getun Mburi, Urip Mulyo dan Harkona. Parade Lagu Harkona berdurasi 35 menit lebih ini telah diunggah di YouTube per 31 Agustus 2020 dan telah ratusan kali ditonton oleh nitizen, dan mendapat puluhan like serta komentar dari nitizen.

Lagu Donyane Wis Kebak yang dinyanyikan oleh Pak Ndut dan Anggit serta lagu KB Pancen Nyoto yang dinyanyikan Sunaryo, SPd dan Mamik aransemen musiknya digarap oleh Budi Jolong. Sementara lagu Melu KB MOP yang dinyanyikan Pak Ndut dan Tari, Getun Mburi dan Urip Mulyo oleh Pak Ndut dan Widya  serta Lagu Harkona oleh Fina Fasanda menggunakan iringan orgen tunggal yang dimainkan oleh Pak Kecuk, Panjatan. Khusus lagu Harkona, lagu tersebut masih berbentuk draf karena lagu aslinya akan dibawakan oleh siswa SMA N 1 Wates dengan aransemen musik guru sekolah setempat. Lagu Harkona akan segera dibuat videoklipnya dan akan diunggah di YouTube bersamaan dengan datangnya Hari Kontrasepsi Sedunia, 26 September 2020 nanti.

Mardiya berharap, dengan adanya lagu-lagu tersebut orang semakin sadar akan pentingnya KB melalui penggunaan kontrasepsi modern sehingga kehamilan/kelahiran yang tidak diinginkan akan dapat ditekan seminimal mungkin. Harapannya, setiap keluarga hanya memiliki dua anak saja, karena itu lebih sehat. Dengan jumlah anak yang ideal tersebut, maka kesehatan ibu dan anak akan lebih terjaga. Tumbuh kembang anak juga akan berjalan secara optimal, tidak mengalami stunting serta yang lebih penting penduduk bumi pertumbuhannya akan dapat dikendalikan sehingga jumlahnya tidak meledak yang membawa banyak konsekuensi negatif.