BKKBN Luncurkan Aplikasi klikkb

BKKBN Luncurkan Aplikasi Klikkb

Oleh: Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengendalian Penduduk

Senin, 17 Agustus 2020 lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan aplikasi “klikkb” di Jakarta dalam rangkaian kegiatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh pada hari Sabtu (26/9). Launching aplikasi ini dilakukan oleh Ka BKKBN, Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) yang dihadiri oleh para pejabat di lingkungan BKKBN Pusat. Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) sendiri merupakan kampanye global yang dilakukan setiap tahun di dunia dengan visi setiap kehamilan merupakan kehamilan yang direncanakan. Hari Kontrasepsi Sedunia pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 dengan misi untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kontrasepsi dan memberikan informasi kepada masyarakat agar dapat memahami dan membuat keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksinya.

Realita menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi mengalami penurunan yang cukup drastis selama masa pandemi Covid 19. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya jumlah kehamilan yang tidak diinginkan. Di tingkat nasional, persentase kenaikan kehamilan tidak dikehendaki mencapai 17,5 persen dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya akses Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap pelayanan kontrasepsi. Realitas di masyarakat  seperti adanya kekhawatiran akseptor KB untuk menggunakan fasilitas kesehatan, adanya provider yang tidak membuka layanan ataupun terhambatnya menuju tempat pelayanan karena Pembatasan Sosial Berskala Besar, menjadi faktor pemicu penurunan penggunaan kontrasepsi ini. Sementara, pelayanan kontrasepsi pada PUS harus terus dilakukan untuk memenuhi tujuan perencanaan keluarga yaitu menunda kehamilan, menjaga jarak antar kelahiran dan mengakhiri kesuburan.

Aplikasi klikkb merupakan salah satu upaya BKKBN untuk menjangkau PUS agar terakses informasi, kemudian mendapatkan pelayanan kontrasepsi dan menjaga kesertaannya. Aplikasi ini akan menghubungkan secara langsung antara akseptor KB dengan bidan dan memungkinkan akseptor mendapatkan informasi secara interaktif atau konseling dalam aplikasi ini. Dalam aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store ini tersedia layanan live chat dengan provider, informasi tempat pelayanan KB, alarm pengingat baik bagi provider maupun akseptor untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi ulangan. Sebelum mendapatkan pelayanan, peserta KB dapat membuat janji terlebih dahulu sehingga meminimalisir waktu tunggu. Upaya ini juga diharapkan membantu akseptor dalam mendapatkan alarm pengingat saat meminum pil KB setiap harinya. Hal ini dilakukan untuk menghindari drop out atau putus pakai kontrasepsi yang persentasenya masih cukup tinggi khususnya pada kontrasepsi jangka pendek. Selama 3 bulan terakhir saja, angkanya mencapai 10% dari 36 juta pasangan usia subur yang putus kontrasepsi.

Keberadaan aplikasi ini dipastikan akan mampu mendekatkan tempat Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi kepada masyarakat. Harapannya, dengan adanya aplikasi ini, tujuan akhir program Bangga Kencana untuk membentuk keluarga aman, tenteram dan mandiri melalui perencanaan yang matang dapat lebih cepat tercapai. Semoga.