Memaknai Harganas 2020

Memaknai Harganas 2020

Oleh: Drs. Mardiya

Ka Bidang Pengendalian Penduduk

 

Tanpa terasa, di tengah Pandemi Covid-19, hari ini,  Senin 29 Juni 2020,  kita  memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke-27. Adanya keharusan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebarluasan Covid-19 yang telah merenggut korban 436.899 jiwa  untuk tingkat dunia dan  2.276 jiwa  di Indonesia (data per 17 Juni 2020), telah memaksa kita semua untuk memperingati hari besar keluarga ini dengan sangat sederhana, tanpa mengurangi esensinya. Bahkan puncak peringatan Harganas yang secara nasional akan diadakan di Sumatera Barat dan direncanakan dihadiri Presiden Jokowi, Sabtu, 11 Juli 2020 mendatang,  telah dibatalkan.

Esensi dari peringatan Harganas tahun 2020 adalah menjadikan keluarga Indonesia sebagai Keluarga Keren. Yakni keluarga yang melakukan perencanaan kehidupan berkeluarga dengan baik dan menerapkan asah, asih, dan asuh sebagai cerminan 8 (delapan) fungsi keluarga. Oleh karena itu, memaknai Harganas 2020 tidak terlepas dari upaya menggugah kesadaran dan kepedulian masyarakat maupun seluruh keluarga di Indonesia untuk berupaya memperbaiki kualitas diri, melalui optimalisasi 8  fungsi keluarga  serta perencanaan kehidupan berkeluarga secara berkelanjutan. Delapan fungsi keluarga yang dimaksud adalah fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan,  reproduksi, sosialisasi dan Pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.

Kita semua memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Persemaian nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan, keadilan sosial dan nilai-nilai moral secara praktis akan berproses dan ditentukan oleh keluarga. Keluarga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak manusia yang tengah tumbuh dan berkembang untuk mencari makna dalam perjalanan hidupnya. Dengan demikian, kehidupan keluarga akan menentukan keadaan masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini dapat tercapai apabila setiap keluarga dapat mewujudkan kondisi keluarga yang berkualitas.

Upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas harus dimulai sejak akan memasuki kehidupan berkeluarga. Perjalanan panjang keluarga yang mereka tempuh akan menjadi mata rantai kehidupan dari generasi ke generasi berikutnya. Artinya, tanpa perencanaan yang baik, kehidupan berkeluarga juga tidak akan berjalan mulus, yang menjadikan peran dan fungsinya juga tidak akan berjalan optimal. Akibatnya, harapan untuk menjadikan keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan dan upaya mewujudkan kesejahteraan bangsa akan gagal. Di sinilah perlunya, kaum young milenial dan zilenial dipahamkan tentang pentingnya melakukan “perencanaan” kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan keluarga berkualitas sehingga mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang siap mendukung pembangunan.

Era pandemi Covid-19 yang mengharuskan seluruh anggota keluarga banyak tinggal dirumah, tentu saja akan menguatkan  peringatan Harganas tahun 2020 ini sebagai  momentum yang  tepat bagi setiap keluarga  untuk merefleksi diri dalam rangka menumbuhkan kesadaran dimana letak kelemahan keluarga hingga belum mampu tampil sebagai wahana pembentukan generasi yang tanggap, tangguh dan tanggon. Dari kesadaran ini diharapkan akan tumbuh kepedulian dan semangat pada seluruh keluarga di Indonesia untuk berbuat sesuatu sehingga  peran dan fungsinya dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, menjadi harapan besar bagi kita semua bahwa peringatan Harganas ke-27 tahun 2020  yang mengangkat tema ”BKKBN Baru dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir di Dalam Keluargamu” dengan key massage #Jadikeluargakeren, dapat dijadikan landasan berpijak bagi pemerintah untuk mengajak dan menggerakkan seluruh komponen bangsa serta masyarakat untuk bersatu padu mewujudkan keluarga berkualitas yang mengandung makna sebagai keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggungjawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dibawah kendali dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) tentunya akan hadir di tengah-tengah masyarakat selain untuk memahamkan akan pentingnya membangun keluarga melalui perencanaan yang matang, juga akan mengoptimalkan pelaksanaan 8 fungsi keluarga dengan simbol, nilai-nilai dan cara baru yang ditujukan terutama untuk generasi baru. Dengan demikian, dua agenda utama yang diusung dalam puncak Harganas tahun ini, yakni rebranding program Bangga Kencana dan Pelayanan KB Sejuta Akseptor menjadi hal yang wajib dilakukan oleh BKKBN, agar ke depan, keluarga berkualitas yang memiliki peran penting dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa dapat terwujud.