Harganas, Pelayanan KB Sejuta Akseptor

Ada yang berbeda dalam puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVII Tahun 2020 baik di Pusat maupun Daerah, pada hari  Senin, 29 Juni 2020.  Perbedaan tersebut adalah adanya Pelayanan KB Sejuta Akseptor yang menjadi inti dari kegiatan peringatan Harganas di masa pandemi Covid-19 selain rebranding program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Pelayanan KB Sejuta Akseptor yang laksanakan di Rumah Sakit, Puskesmas, Praktik Mandiri Bidan dan Kader IMP tersebut  dimulai pukul 08.00 WIB s/d 15.00 WIB, kecuali pelayanan KB IUD Pasca Persalinan yang dimulai pukul 00.00 dan berakhir pukul 13.00 waktu setempat. Jenis pelayanannya meliputi pelayanan KB Baru (IUD, Implant, Suntik, Pil dan Co), Pelayanan KB Ulang dan pelayanan KB Ganti Cara kecuali bongkar pasang IUD dan Implant.

Secara nasional, target pelayanan KB Sejuta Akseptor sebanyak 1.375.321 akseptor yang terdiri IUD dan Implant 100.961, Suntik 237.285 serta Pil dan Kondom 1.037.076. Sementara DIY ditargetkan dapat melakukan pelayanan KB sebanyak 8.150 akseptor dengan rincian IUD dan Implant 1.884, Suntik 1.608 serta Pil dan Kondom 4.658. Dari target 8.150 akseptor se DIY tersebut, telah dirinci untuk Kabupaten Kulon Progo sebanyak 1.108 akseptor, Bantul 1.469, Gunungkidul 3.396, Sleman 1.875, dan Kota Yogyakarta 303 akseptor.

Latar belakang pelayanan KB Sejuta Akseptor dalam peringatan Harganas XXVII Tahun 2020 yang mengambil tema “BKKBN Baru dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir di Dalam Keluargamu” tersebut adalah menurunnya pelayanan KB (baru, ulang dan ganti cara) yang dipastikan berdampak pada upaya pencapaian sasaran strategis BKKBN Tahun 2020 yaitu: Menurunnya Total Fertility Rate (TFR) menjadi 2,26 anak per WUS dari kondisi 2019  sebesar 2,45; Meningkatnya Contraceptive Prevalence Rate (CPR) menjadi 61,78 persen dari kondisi 2019 sebesar 54,97 persen; Menurunnya Unmetneed menjadi 8,6 persen dari kondisi 2019 sebesar 12,1 persen serta menurunnya Age Spesific Fertility Rate (ASFR) 15-19 tahun menjadi 25 per 1.000 kelahiran dari kondisi tahun 2019 sebanyak 33 per 1.000 kelahiran.

Tujuan umum diselenggarakannya Pelayanan KB Sejuta Akseptor adalah meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan komitmen Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah serta Mitra Kerja tentang Program Bangga Kencana. Lebih dari itu, meningkatkan capaian Peserta KB Baru serta menjaga keberlangsungan pemakaian kontrasepsi.

Sebagai warga negara yang menyadari akan pentingnya pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga untuk mewujudkan masa depan yang cerah bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, sudah sewajarnya kita semua mendukung program ini. Bagi Pasangan Usia Subur (PUS) yang saat ini ingin anak tapi ditunda atau yang sudah tidak anak lagi tetapi belum mendapatkan pelayanan kontrasepsi, Pelayanan KB Sejuta Akseptor pada hari Senin, 29 Juni 2020 mulai pukul 08.00 WIB sd 15.00 WIB adalah kesempatan emas. Oleh karena itu, segeralah mendaftarkan pada Penyuluh KB atau Kader IMP (PPKBD, Sub PPKBD) setempat. Bisa juga langsung mendatangi Puskesmas, Praktik Mandiri Bidan, atau Rumah Sakit yang ditunjuk setelah berkomunikasi kader KB di lingkungan tempat tinggal masing-masing.