Sosialisasi Pengendalian Pertumbuhan Penduduk

Sabtu, 13 April 2019 02:07:51 - Oleh : Bidang Pengendalian Penduduk

Evaluasi dan Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019

Sosialisasi Pengendalian Pertumbuhan Penduduk

Kunjungan Lapangan pada Calon Penerima SP Bidang KKBPK

MAD Pembentukan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dan Sosialisasi PID 12 Kecamatan

Musda BODRONOYO Tahun 2019

Bertempat di Balai Desa Sendangsari, Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY melakukan sosialisasi Pengendalian Pertumbuhan Penduduk dengan sasaran  60 orang dari unsur Pengurus Pokja Kampung KB, Kelompok Masyarakat Peduli KB, TP PKK dan Kader KB, Rabu (10/4/2019). Acara yang dibuka oleh Ka Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo, Sudarmanto, SIP, MSi ini menghadirkan narasumber Dr. Agus Joko Pitoyo, MA dari Fakultas Geografi UGM, Yulius Suastro, SKM, MKes dari DP3AP2 DIY dan Drs. Mardiya, Ka Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo.

Dalam sambutannya, Sudarmanto menyatakan bahwa upaya pengendalian penduduk di Kabupaten Kulon Progo semakin diperlukan di masa mendatang seiring dengan kecenderungan terus meningkatnya laju pertumbuhan penduduk. Terlebih dengan keberadaan New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan merangsang penduduk luar daerah untuk bermigrasi ke Kulon Progo. Sementara Total Fertility Rate (TFR) Kulon Progo dipastikan dalam kisaran 2,2. Ini menunjukkan bahwa selain diperlukan pengarahan mobilitas penduduk, program KB masih sangat dibutuhkan mengingat dalam upaya pengendalian kuantitas penduduk di suatu wilayah, cara ini yang paling efektif dan bermartabat.

Hal ini senada dengan pandangan Agu Joko Pitoyo, yang intinya bahwa antisipasi strategis dalam pengendalian penduduk, solusinya adalah dengan pengaturan kelahiran (KB) dan pengelolaan migrasi. Dalam hal pengaturan kelahiran, PUS yang termasuk dalam kategori unmetneed (PUS yang seharusnya KB tapi belum KB) perlu didorong untuk ber-KB dengan menggunakan metode, alat atau obat kontrasepsi sesuai pilihannya. Tentu saja tanpa mengesampingkan aspek medis dan cocok dan tidaknya kontrasepsi tersebut bila digunakan yang bersangkutan.

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar permasalahan kependudukan di Kulon Progo, termasuk persoalan masih banyaknya kasus pernikahan dini, ketahanan yang rapuh sehingga memicu banyaknya perceraian serta upaya-upaya meningkatkan kesadaran PUS agar mau ber-kB atas kesadaran sendiri  karena pemahaman yang tertanam bahwa ber-KB adalah kebutuhan mereka sendiri

« Kembali | Kirim | Versi cetak