Dukuh I Panjatan Diambil Sumpah dan Dilantik

Jum`at, 29 Maret 2019 13:31:44 - Oleh : Bidang Pemdes

Suasana acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dukuh I Panjatan

Evaluasi dan Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019

Sosialisasi Pengendalian Pertumbuhan Penduduk

Kunjungan Lapangan pada Calon Penerima SP Bidang KKBPK

MAD Pembentukan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dan Sosialisasi PID 12 Kecamatan

Musda BODRONOYO Tahun 2019

 

Kepala Desa Panjatan, Kecamatan Panjatan mengambil sumpah dan melantik Sdr. Ahmad Basuki sebagai Dukuh Pedukuhan I Desa Panjatan di Aula Balai Desa Panjatan pada hari Kamis (28/03). Acara dihadiri oleh Kepala Seksi Kelembagaan dan Aparatur Pemerintah Desa mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo, Camat Panjatan beserta jajaran Muspika, Kepala Desa Panjatan beserta jajaran Perangkat Desa, Ketua BPD dan anggota, serta masyarakat Desa Panjatan.

Kepala Desa Panjatan, Suhartana dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada Dukuh Pedukuhan I dan berharap agar segera beradaptasi dengan ketugasannya, serta dapat meneruskan hal-hal yang belum terlaksana selama kepemimpinan sebelumnya. Secara kebetulan pejabat Dukuh Pedukuhan I sebelumnya adalah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Panjatan.

Camat Panjatan, Setiawan Tri Widada, S.Sos. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan pengisian Dukuh I serta menyampaikan selamat atas dilantiknya pejabat baru Dukuh Pedukuhan I. Pak Camat juga menekankan bahwa salah satu tugas Dukuh adalah menyelesaikan berbagai persoalan di wilayahnya, termasuk dalam penanganan siaga bencana, pembangunan fisik dan kemasyarakatan. Dukuh harus mampu memetakan kebutuhan warga yang bersifat urgent untuk segera diatasi. 

Kepala Seksi Kelembagaan dan Aparatur Pemerintah Desa, Risdiyanto, S.I.P. juga memberikan ucapan selamat kepada Dukuh I. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2018 tentang Jam Kerja Kantor Desa dan Cuti Kepala Desa dan Perangkat Desa, bahwa Dukuh sebagai Pelaksana Kewilayahan juga diwajibkan bekerja di kantor desa minimal dua hari kerja dalam satu minggu. Pejabat baru dituntut untuk melakukan kinerja yang lebih baik dari pejabat lama, karena pada prinsipnya hari esok harus lebih baik daripada kemarin, sehingga apabila hari ini minimal sama saja dengan hari kemarin, itupun sudah termasuk sebuah kesia-siaan.

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak